Trak, trak, trak… brush. Bunyi dua buah besi saling beradu.
John menggesekkan gelangnya yang terbuat dari magnesium dengan pedangnya hingga terlihat bunga api kecil menyambar-nyambar dari gesekkan yang terjadi, ia berhasil menyalakan api unggun menggunakan gelang magnesium dan pisaunya.
Ia bersandar pada dinding sembari menatap pada api unggun dan hanyut dalam lamunan terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu dalam benaknya. “Unlock bottom mask,” tukas John berkata pada topeng.
Click. Bunyi pada topengnya.
Pengait pada topengnya terbuka, John menanggalkan topeng bagian bawahnya dengan lengan kiri seraya lengan kanannya mengambil sebungkus rokok yang berada di saku celana.
John mengeluarkan sebatang rokok dari bungkusnya dan menaruh di mulutnya lalu mengambil sebuah kayu dalam api unggun untuk menyalakan rokoknya, kemudian mengalihkan pandangannya kepada Jane yang sedang tertidur dengan lelapnya.
Ia menatap Jane dengan iba sambil bertanya dalam hatinya. Shes young, why did they choose her? John menghisap rokoknya dan membuang nafasnya. “Huuu…,” sembari menutup matanya dan membuang rokoknya ke tanah.
John tertidur dengan posisi bersender pada dinding.
Srek… srek…. Bunyi resleting kantung tidur.
Jane terbangun dan mendapati jika John sedang tertidur, ia keluar dari kantung tidur tersebut sambil berjalan sempoyongan dengan kondisi tubuh yang lemah mendekati api unggun.
“Don’t force yourself, stay down Jane,” tanya John terbangun dari tidurnya karena suara dari kantung tidur yang digunakan Jane.
Jane sedikit terperanjat karena kaget mendengar suara darinya yang tiba-tiba. “Yeah.”
Jane berjalan kembali menuju kantung tidur seraya masuk kedalamnya karena kondisinya yang masih belum beranjak baik, entah mengapa meski dia sudah beristirahat selama seharian penuh tapi kondisi tubuhnya tidak kunjung membaik.
“Need something?”
“Water and food.”
“Okay.”
John berjalan mendekatinya seraya membukakan tutup botol sembari membantunya untuk minum, kemudian memasakkan makanan lalu menyuapinya dan menyuruhnya kembali tidur.
Ia mematikan api unggun dan mengangkat tandu tersebut sembari kembali berjalan menyeretnya dan sesekali berhenti untuk mengecek peta yang dibawanya.
If everything goes according to the plan, she’ll be fine and they cant even find her at all. Kata John dalam hatinya.
Swiiiish… Swiiiish…. Bunyi angin bertiup mengenai dedaunan.
John menengadahkan kepalanya keatas sambil melihat langit malam yang penuh bintang, ia menyeret tandu tersebut di padang rumput yang dipenuhi oleh ilalang di malam yang sunyi dan hanya suara beberapa ekor serangga yang dapat didengarnya dari kejauhan.