LEGION : UNKNOWN KNIGHT

Delta
Chapter #26

BEGINNING - 26

John berjalan mendekati sebuah pohon dengan granat serta tali di genggamannya, ia mengikatkan tali tersebut pada bagian batang pohon dan menarik lurus melintang lima belas centimeter diatas tanah sembari mengikatkan kembali ujung satunya dari pohon tersebut pada pin granat.

Ia melakukan hal yang sama berkali-kali hingga tercipta beberapa jebakan yang terbuat dari tali dan granat, sembari menajamkan beberapa ranting pohon kemudian menggantungnya dan menempatkannya secara vertikal.

How many rounds did I have? Tanya John dalam hatinya.

Ia berjongkok dan mengeluarkan semua amunisi yang dimilikinya.

One two three four five six, one two three… thats enough to destroy them. Tandas John kembali dalam hatinya.

John memiliki enam wadah peluru untuk senjata laras panjang, dan empat wadah peluru untuk pistolnya.

Ia kembali memasukan wadah-wadah peluru tersebut pada kantung-kantung yang berada pada rompi dan kakinya, seraya berdiri dan menunggu kehadiran drone baru yang dikirimkan untuk mengintai dirinya.

Sementara itu di fasilitas utama tempat pata hunter berada.

“Attention, assamble in five mins,” tegas seorang pria melalui pengeras suara.

Setelah lima menit berlalu, para hunter berdatangan satu persatu menuju hangar dengan peralatan lengkap dan siap menuju medan pertempuran untuk menangkap target.

“Get on the chopper!” teriak komandan operasi tersebut pada mereka.

Para hunter yang berdiri rapih mulai melangkah bersama berjalan menuju helikopter yang berada di luar, mereka masuk kedalam helikopter tersebut berdasarkan urutan yang sudah ditentukan.

Sring… sring… sring…. Bunyi baling-baling helikopter.

Jack, Christ, Sam, dan Ivana berada di helikopter yang sama karena mereka ditugaskan pada hari yang sama, sedangkan Lee berada di helikopter lain dengan anggota timnya sendiri.

Sepuluh helikopter diterbangkan pada saat yang bersamaan dengan mengangkut ratusan hunter yang tersisa dan masih bisa melanjutkan perburuan, sebab hunter yang terluka memilih untuk tidak melanjutkan berpartisipasi karena luka yang mereka terima cukup parah.

“Yo Jack, don’t be nervous, we’ll be fine,” ejek Sam padanya.

Jack mengejek balik padanya. “Tell it to yourself, look at your knees, it shakings.”

Sam menggoyangkan dengkulnya sendiri karena merasa gugup, ia sengaja mengejek Jack untuk mencairkan suasana namun dirinya malah di ejek balik.

“You’re funny, hahaha,” tukas Christ sembari tertawa.

“How’s your family Christ?”

“Good, my daughter will graduate this year.”

“Nice, how bout you? Still living in that town?”

“Yeah.”

“Lets have a drink after this over, I’ll visit you.”

Lihat selengkapnya