Sementara itu di lain tempat, sekelompok hunter yang memisahkan diri dari kelompok yang di pimpin oleh Jack, mencoba mengejar John dan mereka sedang berjalan dalam gelapnya hutan.
Srek … srek srek. Bunyi dedaunan tergeser olehnya.
John telungkup dengan posisi tiarap sembari merayap mendekati para hunter yang sedang berjalan beberapa puluh meter didepannya diantara rimbunnya semak belukar, ia sengaja melakukan untuk menyerang mereka secara mendadak agar mereka terkejut dengan apa yang akan di lakukannya nanti.
Ia terus merayap seperti seekor mendekati mereka hingga jarak diantara ia dan mereka tinggal beberapa meter saja, John mendekati sebuah pohon masih dalam posisi tiarap lalu meraih tiga bom asap yang berada di pinggangnya seraya menarik pin pengamannya.
Click. Bunyi pin di tarik.
John melemparkan ketiga bom asap tersebut kepada mereka secara acak.
Bzuuuuzt…. Bunyi bom mulai bereaksi.
Asap hitam pekat mulai menyelimuti tempat mereka berdiri sekarang.
“Hes here!”
“Get cover!”
“Stick together!”
“Careful from ambush! Watch your surrounding.”
“Check on the tree!”
Para hunter langsung panik dan mulai berlarian menuju pohon terdekat untuk berlindung, mereka tahu jika bom asap tersebut adalah milik John karena mereka menyaksikan secara bersama bagaimana John melakukan serangan dadakan pada tim Michael.
“Rage mode,” tukas John dengan nada rendah.
Lampu pada topengnya mulai menyala dengan membentuk gambar mata, sinar berwarna merah mulai nampak di sekitar topengnya.
Tampilan pada topengnya berubah dalam seketika, kini dia melihat mereka sebagai objek berwarna merah yang dapat di definisikan sebagai musuh. Ia jarang menggunakan mode tersebut karena posisinya akan dengan mudah di ketahui oleh para hunter.
John menarik keluar kedua pedangnya dari dalam sarung yang mengkusnya seraya berdiri di belakang pohon, ia berlari kearah mereka dengan kedua tangan memegang pedang.
Bruk! Suara hunter di terjang hingga terjungkal.