Lee memejamkan matanya seraya berkata melalui radionya, “Send medic to my location.” Ucapnya dengan suara parau.
Dia mengalihkan pandangannya kepada John yang perlahan berjalan menjauh sembari tertegun sejenak, kemudian bangkit dari duduknya dan berlari kepadanya.
Tap tap tap. Suara langkah kaki Lee.
Lee menarik keluar belati yang berada di kakinya sembari berlari dengan sekuat tenaga menuju John yang tengah lengah memberikan punggung padanya, dia mencoba menikamnya dari belakang namun John sudah mengetahui apa yang akan di lakukan olehnya dan membiarkannya mendekat.
“DIE YOU MOTHERFUCKER!” teriak Lee sembari menghunuskan belatinya.
Sriing…. Bunyi besi beradu.
John membalikkan badannya seraya menangkis serangan tersebut menggunakan pedang pendeknya, mereka berkonfrontasi dengan kedua senjata saling beradu.
“I’ll give you one last chance, retreat or die here!” tandas John memperingatinya.
“Fuck you!” umpat Lee mengayunkan belatinya ke samping seraya menendang perut John.
Bruk! Bunyi perut John tertendang.
John terdorong mundur oleh kerasnya tendangan yang di berikannya, ia menaruh tangannya di depan dada dengan posisi kuda-kuda bertahan.
Dengan di ikuti oleh Lee yang melompat ke hadapannya sembari mengunuskan belati bertujuan menikam lehernya, namun John berhasil menghindari tusukan tersebut dengan bergerak menyamping ke arah kanan tapi gerakan tersebut tidak terlalu cepat hingga dengan mudah belati tersebut menusuk menancap di tangan kirinya.
Bersamaan dengan Lee yang menancapkan belatinya, John juga berhasil menancapkan pedangnya pada bagian perut Lee yang tidak terlindungi oleh rompi anti peluru.
Tusukan dari John berhasil mengenai organ vitalnya hingga membuat Lee mengalami gagal fungsi organ, tapi Lee masih belum menyerah dan kembali mengayunkan belatinya beberapa kali.
“Hoek…,” tukas Lee mengeluarkan darah dari mulutnya.
Lee mulai kehilangan tenaganya untuk berdiri, dia hanya berdiri sembari mengarahkan belatinya pada John.
“I’ll be waiting you in he-“ kutuk Lee terpotong.
Bruk! Suara tubuh Lee ambruk.
Mereka bertiga ambruk di tanah, tiga sahabat yang memalui permainan tersebut bersama-sama selama tiga puluh tahun lamanya kini harus meregang nyawa di tangan ksatria yang bahkan wajahnya pun tidak pernah mereka lihat.