LEGION : UNKNOWN KNIGHT

Delta
Chapter #38

BEGINNING - 38

Edgar yang berada di lantai bawah langsung berlari ke sudut ruangan mendekati lemari baju setelah mendengar suara letusan senjata api, dia membuka lemari tersebut dan mengeluarkan sejata jenis laras panjang sembari mengarahkannya kearah pintu masuk.

Dia menaruh popor diantara bahu dan dadanya sembari mengeker melalui bidikan besi yang terdapat di ujung laras senjatanya seraya menaruh jari telunjuknya pada pelatuk sambil berkata dalam hatinya. What the fuck is happening?

Tap tap tap…. Bunyi banyak langkah kaki terdengar dari luar ruangan tersebut.

Edgar menarik nafas panjang dan membuangnya. “Huuuuh….”

Krek… kriit. Bunyi gagang pintu ditekan lalu terbuka.

Ternyata yang membuka pintu tersebut adalah para penjaga yang sangat waspada dan mencoba mencari sumber suara letusan senjata api tadi.

Edgar menurunkan moncong senjatanya menghadap lantai. “What is happening?” tanyanya kepada penjaga yang masuk.

“We’re searching for intruder after hearing the gun shot, I’ll leave now sir.”

“Yeah, go ahead.”

Edgar menggantungkan tali senjatanya di leher, lalu meraih radio komunikasinya untuk menghubungi Smith.

“Come here, I need a hand to assist me for surgery, its an order from sir Alex,” tukas Edgar padanya. “Leave one man to stay on the boat.”

“Okay Ed, tell Eric to pick me up.”

“Hes busy, use any method to get in few mins.”

“Shit, okay okay.”

Smith memegang kepalanya sendiri sembari berbicara dalam hatinya. Something bad must be happing right there.

Dia kembali menaiki perahu kecil yang berada di tepi pantai menuju kapal pesiar yang berada di tengah laut untuk menjemput anak buahnya yang berada diatas kapal pesiar, sesampai di dekat kapal dia memanggil anak buahnya.

“Junos come here!” teriak Smith dari belakang kapal.

“Yeah gramps, whats up?”

“I told you not to call me gramps!” tandas Smith mengomelinya.

“Yes sir!”

“Tell Junior to stay on the boat, keep onto radio,” suruhnya pada Junos. “And you get over here, we have something to do.”

Lihat selengkapnya