Mereka berdua membalikkan badannya sampai mengunggungi Alex, dan berjalan menuju pintu untuk kelaur dari ruangan tersebut.
Tak berapa lama kemudian, Alex berdiri dari duduknya seraya berjalan menuju balkon dengan cahaya rembulan yang menerangi malam tersebut.
Swish … swish …. Bunyi angin berhembus menerpa pepohonan hingga dahannya bergoyang.
Alex berdiri menghadap keluar sembari menatap langit malam yang di penuhi bintang dengan sebatang rokok menyelip diantara jemarinya, dia menghisap rokok tersebut. “You always told me, whenever things getting worse, keep smiling no matter what the result is,” ucapnya membungkukkan badannya dan bersandar pada pagar balkon dengan kedua sikut menyentuhnya.
Ketika Alex sedang melamun sembari menikmati pemandangan, dia mendengar suara langkah kaki berjalan ke arahnya dari arah bawah, dia melihat dua orang penjaga muncul dari balik tembok sudut bangunan tersebut.
Trak trak trak…. Suara langkah kaki.
Mereka berdua sedang berpatroli menjaga pangkalan tersebut dari bahaya yang kapan saja bisa terjadi.
“Hey,” teriak Alex dari atas.
“Yes sir?”
“Take a rest, I’ll be on guard,” suruhnya pada mereka.
“We’re fine sir.”
“Its an order.”
“Yes sir.”
Alex kembali masuk ke dalam untuk mengambil radio miliknya yang berada di atas meja seraya menyuruh tim tiga untuk mengambil alih tugas dari tim sebelumnya. “Team three stay on guard now.”
Mereka yang mendengar perintahnya melalui radio komunikasi bergegas menempati posisinya masing-masing tidak terkecuali Smith dan Junos yang tergabung di tim tersebut, mereka berdua beranjak pergi dari ruangan tempat John di rawat menuju kamar belakang untuk mengganti pakaian dan memasang perlengkapannya dengan sebuah senjata laras panjang yang di sematkan pada lehernya.
Seorang penjaga berdiri di depan ruangan tempat John di rawat, mereka melakukan hal tersebut untuk meminimalisir terjadinya kejadian seperti kemarin hari saat Jane mencoba memaksa masuk ke dalam.
Smith menghampiri penjaga tersebut dengan kantung berisikan makanan ditangannya. “Yo,” sapanya pada penjaga tersebut.
“Ayo sir.”
“Here, take this,” tukas Smith mengeluarkan bungkus makanan dari dalam dan memberikannya pada penjaga tersebut.
Penjaga tersebut menerimanya. “Thanks sir,” ucapnya berterima kasih.