LELAH SANG PENJAGA SURGA

Herman Siem
Chapter #16

ADA RASA YANG TERPENDAM

Satu pemain kawan sekali dribbling bola basket dan sekali di pivot, lalu di passing kearah cowok tampan sejak tadi jadi rebutan banyak pasang mata gadis tak berkedip dua matanya.

Arya kemudian dribbling di kuti pemain lawan semakin panas memaksa merebut bola.

"Uhhh ...!" sorakan terdengar membuat kubu lawan semakin panas karena tidak berhasil merebut bola dari dribbling dua tangan cowok tampan.

Dari tribun, dua pasang mata gadis yang juga tidak kalah seru teriakannya seraya hatinya kepincut di bikin ketar-ketir saat kubu lawan akan merampas bola dari sisi kiri, seketika cowok tampan langsung melompat melakukan sekali shooting, bola bulat melambung dan terjun bebas langsung masuk kedalam ring.

"Uhhh ... Tridaya Sakti ... Huhh! Huhh!, " sorak sorai sembari beranjak bangun dengan tepukan tangan meriah.

Kubu lawan pucat dan lemas, hari itu kalah dan pastinya jadi pekerjaan rumah coach kubu lawan akan segera mengurung teamnya dalam satu ruangan untuk melampiaskan kekecewaannya.

Tertegun sejenak sahabat dekatnya seraya tahu begitu antusiasnya gadis yang mengaku tinggal di rumah besar dan mewah saat di antar pulangnya.

"Arya ... Loe hebat ...! I love u ...!" seruan lagi terdengar kencang seraya tidak peduli di sampingnya ada Lani hanya duduk terdiam raut wajahnya tergurat cemburu.

"Ternyata loe diam-diam ada yang rasa yang terpendam sama cowok itu?" hatinya sudah di rasuki cemburu, nada tanya terdengar ketus.

Raut wajahnya Lani semakin gusar menatap cowok tampan yang jadi incaran banyak pasang mata dan gadis yang selama ini jadi teman sekelasnya di kampus. Cowok tampan yang jadi incaran banyak pasang mata, cowok tampan itu tidak lagi terlihat.

Pertandingan siang itu di menangkan oleh kubu Tridaya Sakti. Cleaning service mulai terlihat sibuk mengepel lantai untuk pertandingan berikutnya. Tadinya semangat, kali ini Kirana terduduk gusar, tidak enak hatinya dengan teman sekelasnya yang marah dan cemburu.

"Emang tadi gua ngomong apa, Lan?" malahan tanya balik pura-pura. Tambah kesel saat melihat bapaknya sendiri ikut menyepel lantai bersama dengan cleaning services lainnya.

"Ngapain lagi, bapak? Uhh!" gumamnya dalam hati kesel sendiri.

"Kenapa loe, kayak lagi kesel gitu? " __ "Harusnya gua yang tanya, gua yang kesel. Loe suka sama Arya?" tanya lagi Lani pada Kirana bingung mau menjawab apa.

Padahal jelas dua matanya kali ini tidak lagi melihat pemain basket idamannya, tapi bapaknya sempat menoleh padanya langsung membuang mukanya.

"Akh! Udah yuk Lan, balik aja yuk?" __ "Kirana, tunggu! Loe belum jawab pertanyaan gua?!" baru beranjak bangun Kirana, dua kakinya mau mengajak jalan. Di tariknya lengan kirinya oleh Lani yang sebenarnya ia juga suka dengan cowok tampan sudah menggenapkan angka dan memenangkan pertandingan siang itu.

Lihat selengkapnya