Lelaki Yang Dibawa Hujan

Wulan Kashi Dhamar
Chapter #7

Serpihan di Suatu Rintik, 1998

Tiga hari setelah Sekar lahir, rumah itu belum sepenuhnya kembali ke ritme lamanya. Dewi masih dianjurkan banyak istirahat oleh bidan, tapi keras kepala membuat ia sering memaksa bangun setiap kali mendengar tangis Sekar, meski Rama sudah berkali-kali bilang biar dia saja yang menggendong.

Pak Rahmat kadang menggendong Sekar sebentar dengan cara kikuk orang tua yang sudah lama tidak memegang bayi, lalu menyerahkannya kembali begitu si kecil mulai rewel.

"Mirip pisan ka Rama waktu cilik," gumamnya suatu sore, meski jelas ia tidak pernah melihat Rama waktu kecil. Rama hanya tertawa perlahan.

Listrik padam dua kali pada minggu pertama itu, saat hujan deras turun menjelang magrib. Dewi sudah hafal. Ia akan menyiapkan lilin lebih dulu sebelum langit benar-benar gelap, sambil bergumam, "Kayaknya bakal kayak gini terus sampai tahun baru."

Rama tidur tidak nyenyak, tapi itu bukan hal baru. Yang baru hanya alasannya. Kali ini bukan karena fragmen lama yang mengusik, melainkan telinganya yang terlatih mendengar setiap suara kecil dari arah ranjang Sekar.

Begitu rutinitas itu mulai terasa wajar, sekitar sepuluh hari sejak Sekar lahir, datang satu malam yang berbeda. Hujan turun lebih deras dari biasanya. Kekuatiran Rama bahwa Sekar akan gelisah ternyata tidak terbukti. Sekar tetap tertidur pulas malam itu.

Rama yang malah tidak bisa memejamkan mata, pikirannya entah mengapa terlalu penuh tanpa sebab yang jelas. Ia bangkit perlahan, melangkah ke ambang pintu belakang yang menghadap halaman kecil toko, menonton hujan yang menampias ke tanah becek.

Dewi menyusul beberapa menit kemudian, Sekar dalam gendongannya, terbangun karena merasa sisi ranjang di sampingnya kosong. “Kenapa di sini, a?" Dewi berdiri di sebelahnya, suaranya masih serak karena baru bangun.

Rama hanya menggeleng kecil. Sekar menggeliat dalam gendongan, tangan mungilnya keluar dari bedong dan tanpa sengaja menjepit erat jari Dewi. Dewi tertawa kecil, pendek, ringan.

Lihat selengkapnya