Blurb
Banyan, seorang loper koran baru.
Ia mengantar koran dari satu pintu ke pintu lain.
Tak terkecuali sebuah rumah di bukit.
Rumah itu berdiri sendirian.
Tak pernah ada pantulan cahaya.
Seolah tak berpenghuni
Namun setiap pagi, koran yang diletakkan di depan pintu selalu hilang.
Banyan tidak tahu sejak kapan mulai memperhatikan.
Dan tak tahu sejak kapan. . .
ia mulai merasa rumah itu sedang menunggunya.