"Tolong, Mak! Sakit!"
Jeritan melengking gadis kecil 15 tahun itu memutus kedamaian siang di hamparan sawah. Suaranya pilu mengiris udara, ditimpa deru mesin traktor tangan yang baru saja slip dan bergerak mundur tanpa kendali di atas lumpur yang licin.
Silvi terpaku. Jantungnya terasa berhenti berdetak. Di depannya, traktor tangan itu terguling, tetapi pemandangan di bawah pisau rotari-nya jauh lebih mengerikan. Lumpur sawah yang tadinya cokelat pekat seketika dipenuhi bercak merah. Lestari, putri kecilnya yang baru berusia lima tahun, terduduk di kubangan dengan wajah seputih kertas.
Dan di sana ... di antara bilah besi penggembur tanah yang masih bergetar, Silvi melihat sepotong kaki mungil teronggok tak lagi menyatu dengan tubuh anaknya. Terpisah sebatas betis.
"Lestari!!!"