Liburan Terakhir: Rahasia di Balik Vila

Sugianes
Chapter #8

Part 7 - Makanan Kaleng

Pukul 10.35.

"Ahh bete banget kalau kayak gini, sinyal internet juga nggak ada. Terus aku mesti ngapain sekarang??" keluh Erika, sambil merebahkan dirinya di sofa ruang tamu yang dekat dengan perapian. Jari jemari lentiknya memainkan ponsel miliknya, entah apa yang ia cari.

"Daripada nggak ada kerjaan, mending bantu nyiapin makan siang bareng aku deh, Ka," ajak Fani yang menghampiri sofa tempat Erika berebah.

"Ha? Kan kamu tahu aku nggak bisa masak, lucu dehh. Eh, emangnya kalian bawa bahan makanan??"

Cekrek! Cekrek!

Bunyi shutter kamera dari ponsel Erika ketika ia melakukan selfie sambil berebah. Erika yang sudah mandi mengenakan atasan sweater lengan panjang berwarna kuning yang tampak kebesaran di tubuhnya yang langsing, sedangkan celana jogger 7/8 berwarna abu-abu bertengger di pinggulnya.

"Daripada bete kan katamu? Aku cuman bawa telur sih kemarin. Itu juga udah dipake buat masak pancake pas sarapan tadi. Kalau beras dan lauk pauk-an ada tuh di lemari dapur. Tapi dalam bentuk kalengan sih, hihi."

"Ah males ah, minta temenin Rian aja mending, Fan. Nanti kalau kubantu, bakalan nggak bisa dimakan itu masakannya, hahaha."

"Hmm ya udahhh," ucap Fani sambil mengikat rambutnya menjadi kuncir kuda. Kaus merah muda yang membalut tubuhnya tampak sederhana, dipadukan dengan celana pendek putih berbahan kain yang ringan. Meski tubuhnya sedikit lebih berisi dibanding teman-temannya, kecantikan alami tetap terpancar jelas dari wajahnya yang polos, tanpa sentuhan riasan apa pun.

"Rian ke mana deh??" tanya Erika.

"Di kamar kayaknya, biasa ngerjain proyek," jawab Fani yang sudah berjalan menuju ke dapur.

"Oh iya, kayaknya ntar malam Wi-Finya udah nyambung sih. Tadi pas ke kamar ada WhatsApp yang masuk dari Paman," imbuh Fani.

"Nahh, gitu donggg. By the way, kok lama banget mereka jogging-nya siih?"

Krieekk.

Terdengar suara pintu belakang Vila itu terbuka dari luar. Tampak sosok Mira melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam Vila, disusul oleh Frans di belakangnya. Tubuh keduanya basah oleh keringat.

"Lama banget siii sampai jam segini??" ketus Erika yang kemudian bangkit dari rebahannya dan duduk di sofa.

"Namanya jogging, kan nggak cuman lari-larian doang. Enak loh muter-muter ngelilingin danau sambil lihat pemandangan di sekitar. Makanya kalau lagi liburan itu keluarrr, jangan di dalam ruangan doang," jawab Frans sambil melemparkan handuk kecil yang ia gunakan untuk mengelap keringat kepada Erika. Sementara Mira langsung berjalan menuju ke lantai 2.

"Iiih jorok ah! Mandi sana buru."

"Nggak mau cium dulu apa?? Nihhh." Ucap Frans sambil mendekatkan bibirnya yang ia monyongkan ke wajah Erika.

"Eh, itu loh ada Fani di sana. Nggak malu apa, udah buruan mandiii," ucap Erika sambil mendorong tubuh Frans.

Lihat selengkapnya