3 tahun yang lalu...
"Heni!"
Mira berteriak dari selasar lantai dua, tangannya melambai antusias ke arah seorang gadis yang sedang melintasi lapangan sekolah menuju kantin.
"Ayo turuuun, Kak Miraaa!" sahut Heni sembari membalas lambaian itu.
Heni tampak jauh lebih muda dengan perawakan yang lebih mungil dibanding kakaknya. Rambut lurus sebahunya terlihat halus dan terawat, dengan poni rata yang menyentuh alis, membingkai wajahnya yang kalem. Kulitnya putih bersih, memancarkan kesan lembut. Matanya yang bulat dan bening selalu tampak ceria, kontras dengan pipinya yang sering merona malu-malu. Meski dikenal sebagai pribadi pendiam, Heni memiliki daya tarik tenang yang membuatnya disukai banyak teman sebayanya.
Mira bergegas menuruni anak tangga, menyamai langkah adiknya. "Mau ke kantin kan? Ayo barengan," ajaknya sambil merangkul pundak Heni.
"Iya, Kak. Kakak nggak bareng sama temen-temen kakak yang lain emangnya?"
"Ah, hari ini Kakak pengen nemenin kamu aja. Gimana? Betah 'kan sekolah di sini?"
Heni tersenyum khas, lesung pipit tipis muncul di wajahnya. "Hehe, so far so good sih, Kak."
"Udah punya temen? Ah, cewek cakep kayak kamu sih nggak akan susah nyari temen kayaknya, Hen, hihi."
"Ihh, Kakak... Tau sendiri kan gimana pemalunya Heniii? Lagian cakep darimana, masih jauh cakepan Kakak sih kemana-mana. Tapiii, untungnya ada Lisa sih, Kak. Sahabatku dari SMP, jadi nggak kikuk-kikuk amat di sini. Yaah meskipun nggak satu kelas sih."
"Nah, Lisanya mana?"
"Ke toilet tadi, Kak. Nanti dia nyusul katanya."
Baru saja mereka akan berbelok menuju deretan gerobak makanan, seorang lelaki berpapasan dengan mereka. Tubuhnya tinggi ramping, mengenakan seragam dengan gaya yang sangat santai—kemeja yang dikeluarkan separuh, dasi yang menggantung longgar, dan kancing atas terbuka. Rambut comma hair-nya sedikit acak-acakan, memperkuat aura bad boy yang stylish.
"Eh, Miraaa, udah jalan sama murid baru aja. Temenmu nih? Wahhh, cantik loh. Kenalin donggg," ujar lelaki itu dengan senyum miring dan tatapan mata tajam yang seolah selalu menyimpan lelucon nakal.
"Temen apaan? Adikku nih, Heni namanya. Hen, ini temen sekelas Kakak, Randy namanya," jawab Mira memperkenalkan.
"Heii, kenalin aku Randy," ucap lelaki itu, memberikan senyum termanis yang ia miliki.
"Ah, i-iyaa, salam kenal, Kak. Namaku Heni," jawab Heni terbata, sedikit tersipu oleh tatapan Randy.
"Kalau butuh apa-apa di sekolah, dan kalau Kakakmu ini nggak ada, jangan segan buat cari Kak Randy ya, Dek."