Life of Maharani 3

Wachyudi
Chapter #5

Ketupat

​"Ella, Lebaran ini pulang kampung?" tanya Bunda Hesty.

"Enggak, Bun. Ella di rumah saja deh tahun ini. Regi juga enggak pulang," jawabku di telepon.

"Hmm... mau ikut mudik sama Bunda? Ina diajak saja," ajaknya, amat tidak kuduga-duga.

"Ina kan di Eindhoven, masih kuliah. Nanti Ella ngapain di sananya, Bun?" tanyaku bingung. Buat apa aku ikut mudik bersama keluarga beliau?

"Bunda mau pamer," jawabnya singkat.

"Haaaa...???"

---

​"Iya gitu, Ge. Sorry ya merepotkan Gege, Ana, dan Mae," ujarku pada ketiga manajer juara Le Viral.id-ku lewat telepon.

"Lha, memang sudah tugas kami. Ella yang happy ya Lebarannya," jawab Gege, amat bisa diandalkan.

"Makasih ya, Ge. Nanti Ella bawakan oleh-oleh," ucapku bangga dengan timku itu.

​Aku pun bergegas menuju pintu depan sambil membawa koper. Hari ini aku mengenakan dress casual dan celana tailored culottes yang dipadukan dengan blazer, serta kacamata hitam dan jam tangan Olivia Burton waterproof silver-ku. Aku sudah siap menunggu kedatangan Bunda Hesty dan Dirga.

​Empat menit kemudian, sebuah Benz S-Class memasuki halaman parkirku. Dirga keluar bersama Bunda Hesty. Dirga tampak gagah dengan setelan kemeja, checkered blazer, dan celana jins. Kacamata hitam serta jam tangan Swiss Army melengkapi penampilannya siang itu.

​"Wah, sudah menunggu dari tadi tah?" ujar Bunda Hesty sambil cipika-cipiki denganku.

"Enggak kok, Ella baru saja keluar pintu," jawabku.

"Ya Allah, kamu cantik banget, Sayang... ya kan, Dirga? Ella cantik banget?" Bunda Hesty menoleh pada putranya.

"Iya, kamu hari ini amat mempesona," jawab Dirga sambil melepas kacamatanya.

"Makasih," aku tersenyum sambil menyibakkan sedikit rambut.

​"Ya sudah, yuk. Sudah dibawa semua, kan? Berangkat sekarang biar enggak macet," ujar Bunda Hesty. Dirga berjalan di sampingku sambil menenteng koperku.

"Ella di depan, ya," ujar Bunda Hesty tiba-tiba.

"Bukan Bunda kah yang di depan?" tanyaku heran.

"Bunda mau selonjoran," jawabnya, jelas dibuat-buat.

​Aku pun menurut saja. Ini pertama kalinya aku duduk bersebelahan dengan Dirga di mobilnya. Kami pun meluncur menuju Kota Bandung, lautan asmara.

---

​"Gimana... cantik kan, Dek Ella-nya?" ujar Bunda Hesty pada kedua istri kakaknya.

"Wah, iya. Kamu blasteran ya, Neng?" tanya ibu yang mengenakan gamis maroon.

"Iya Bu, campuran Prancis-Minang," jawabku.

"Iya nih, cantik banget. Hesty pintar milih calon mantu," ujar ibu satunya lagi sambil mengusap tanganku.

"Haha, iya ya Bu. Makasih," jawabku mengiyakan saja.

​Setelah mereka pergi, aku berbisik, "Bunda tuh... Ella malu jadinya."

"Lha, kenapa malu? Kamu beneran cantik kok," jawabnya polos.

"Bukan, maksudnya karena dibilang calon mantu itu, Bun."

Lihat selengkapnya