"Oke, Mah, nanti ketemu saja di sana kalau Mamah sudah selesai," ujarku yang tengah menelepon Angrea.
"Siapa, Ella?" tanya Bunda Hesty.
"Angrea, Bun. Dia kan sekarang kerja di Maskapai Mahalini Air," jawabku.
"Bunda kagum lho sama anak-anak Velvet. Mereka mandiri semua," ujar Bunda Hesty seraya tersenyum tulus.
"Ya, ada dukungan orang tua juga, Bun," jawabku apa adanya.
"Oke, jadi berangkat sekarang?"
"Oke, kita ke Le Viral.id Braga!" jawabku bersemangat.
---
Aku mengajak keluarga Bunda Hesty untuk makan bersama di headquarter Le Viral.id cabang Bandung. Dari sini, hanya butuh waktu setengah jam untuk sampai ke Jalan Braga.
"Wah, bakalan waiting list nih kalau liburan gini. Le Viral.id kan ramai," ujar Yuke masih dengan nada ketus.
"Kenapa sih nih orang dari kemarin? Datang bulan ya?!" ujar Bani yang tampak jengah.
"Anak kecil jangan banyak omong, meni geleuh," Yuke menanggapi Bani.
"Moal, sok we. Bunda jamin enggak akan antre," jawab Bunda Hesty lalu tersenyum lebar padaku sambil mengangkat alis.
Haha, aku paham. Sepertinya memang ini salah satu "pamer" yang Bunda Hesty maksud. Beliau pasti tidak bilang kalau Le Viral.id itu franchise milikku.
Di depan pintu, Irriana sudah siap menyambutku karena memang aku sudah memberitahunya.
"Silakan, Nona. Kami sudah siapkan ruangannya," ujarnya dengan sopan dan elegan.
Irriana Prameswari adalah manajer juaraku yang paling kalem. Wajahnya segitiga dengan rambut hitam panjang yang selalu dikepang rapi. Kulitnya putih khas gadis Sunda dan bulu matanya lentik. Dia cerdas; dalam setahun menjabat, ia sudah setara dengan Gege dan berhasil membuka unit baru di Bandung.
"Sopan pisan euy. Sampai memanggil 'Nona'," ujar Sukma kaget. Bunda Hesty hanya menahan tawa.
Kami diantar ke ruang VIP dengan pemandangan kolam ikan koi.
"Ya kan, Ke? Enggak ngantre kan?!" ujar Bunda Hesty tak sabar.
"Iya, geuning. Tadi padahal ada yang masih antre karena penuh. Terus yang mengantar kita kayaknya bukan pelayan biasa, bajunya beda sendiri," Yuke mulai merasa aneh.
"Wih mewah. Baru lho Fikri masuk yang VIP. Biasanya kalau nongkrong sama teman-teman komunitas ya di depan saja," ujar Fikri.
"Terima kasih dong sama Ella. Dari dia ini," ujar Bunda Hesty.
"Terima kasih, Teh," Fikri, Atiyani, dan Bani berkata serentak.
"Nuhun ya, Neng Ella, sudah mau mengajak anak-anak makan," ucap Bu Meyani.
"Teteh tuh tajir melintir, tah?" tanya Yuke.
"Yang penting pada senang," jawabku tanpa perlu menjelaskan panjang lebar.
Yuke terus memperhatikan Irriana yang berdiri menemani kami.
"Teteh tuh pelayan khusus untuk tamu VIP, tah?" tanya Yuke pada Irriana.
"Bukan, Kak. Kenapa memangnya?" Irriana menjawab dengan senyum elegan.
"Terus apa? Dari datang menemani kita terus, padahal sudah ada pelayan lain."
"Saya manajer Le Viral.id region Bandung, Kak."
"Manajer?! Emang manajer harus menemani tamu VIP ya?"