Life of Maharani 3

Wachyudi
Chapter #9

Britania's secret

"Assalamu'alaikum. Permisi, ada orang?"

​Kudengar suara dari depan, dan sepertinya aku familiar dengan suaranya. Langsung saja kuhampiri karena memang saat ini hanya ada aku seorang di kantor.

​"Iya, siapa?" tanyaku basa-basi.

"Ini Razi. Ada Biannya enggak ya? Mau jemput Bian," suara itu menjawabku.

"Eh, Bang Razi! Biannya lagi keluar sebentar sama yang lain, paling lima belas menitan balik. Masuk, Bang," ujarku, tentu saja seraya mempersilakannya masuk.

​Benar saja, ternyata Bang Razi yang datang. Duh, aku harus touch up dulu!

​"Duduk dulu, Bang. Tania bikinkan minum ya, mau minum apa?" ujarku menyalaminya. Latah saja, senang rasanya bisa bersentuhan tangan dengannya.

"Oh, santai saja. Apa saja boleh," jawabnya sambil tersenyum tampan.

​Aku pun bergegas ke bagian belakang kantor, tapi sebelum menuju pantry, sebentar aku ke ruang ganti. Memoles wajahku, minimalis saja asal terlihat cerah. Aku tidak menyangka Bang Razi akan datang. Kenapa Bian tidak bilang?

​Aku suka Bang Razi. Ya, tentu saja perasaan ini tidak akan aku ungkapkan, bahkan kalau sekadar cerita ke Bian. Ia adalah lelaki yang sudah beristri, mana istrinya itu Kak Angrea lagi. Tapi boleh kan Tania hanya dalam hati sekadar suka? Sekadar kagum?

​Setelah dirasa cukup, aku pun keluar sambil membawa teh manis hangat. Cuacanya sedang agak mendung, tentunya teh manis hangat akan cocok.

​"Ini, Bang, teh manisnya. Diminum dulu." Aku coba menjadi seramah mungkin.

​Tapi harapanku pupus untuk bisa puas memandangi Bang Razi. Rupanya ia datang bersama Kak Angrea yang sudah duduk di sebelahnya.

​"Ditungguin, lama banget! Ternyata lagi dibikinkan minum," ujar Kak Angrea sambil mencubit perut Bang Razi.

"Awww, iya maaf, Sabai. Ini teh manis. Tadinya dikira tinggal jemput saja," ujar Bang Razi kesakitan.

​Kak Angrea itu gemar menganiaya suaminya, kasihan Bang Razi.

​"Tania, bisa tolong bikinkan satu lagi!" ujarnya menyuruhku dengan tegas.

"Kakak kan lagi hamil, emang enggak apa-apa minum teh?" kukonfirmasi dulu, kalau-kalau Kak Angrea enggak paham kalau teh itu mengikat zat besi dan kurang bagus buat ibu hamil.

"Sesekali, dah berbulan-bulan Awak enggak minum teh, bikinkan!!" balasnya masih bernada tegas.

​Huft, oke aku bikinkan. Kenapa Kak Angrea enggak tunggu di mobil saja sih kalau ikut? Aku pun segera menuju pantry untuk membuat segelas teh hangat lagi, lalu bergegas kembali ke guest room dan menyuguhkannya.

​"Silakan, Kak," ujarku.

"Oke, terima kasih," ucap Kak Angrea sambil menyeruput tehnya.

​Diam-diam kupandangi Bang Razi yang juga sedang menyeruput tehnya, mumpung Kak Angrea menyeruput sambil tutup mata. Rambutnya hitam legam dengan potongan rapi. Aku suka senyumnya dengan barisan gigi putih bersihnya dan sebuah lesung pipit yang membuat senyumnya terlihat cute. Bang Razi punya mata yang bening dengan kornea mata cokelat. Tinggi tegap seperti yang diharapkan dari seorang pria. Ia sempurna dari segala segi dan orangnya ramah.

​"Kok tawar? Emang enggak ada gula? Woi, kok melamun!" tanya Kak Angrea sampai-sampai memecah lamunanku.

​Mampus, sepertinya aku lupa memasukkan gula.

​"Ah, masa?! Punyaku manis, Sabai," ucap Bang Razi.

​Gawat! Ketara sekali aku timpang sebelah.

"Eum, gulanya habis, Kak," jawabku berdalih.

Kak Angrea malah menatapku curiga.

​"Ya sudah, Sabai, sini yang itu buat Razi saja. Sabai yang ini saja," Bang Razi selalu mengalah pada Kak Angrea.

​Kak Angrea lalu menyerahkan gelasnya pada Bang Razi. Kenapa sih Kak Angrea selalu berwajah galak, kan bikin deg-degan. Padahal kalau di video-video Pink Velvet ia bisa ekspresif, acting-nya cukup jago juga rupanya.

​"Vero lagi ke mana?" tanyanya.

"Lagi keluar, Kak. Sama yang lain, bilangnya sih beli makan," jawabku.

"Terus kenapa kamu ditinggal di sini?" Kak Angrea kembali menginterogasi.

"Kalau ikut semua sempit, Kak, mending nunggu," jawabku praktis.

"Terus kenapa kamu dandan? Mau perform?" tanya Kak Angrea sembari menaikkan satu alisnya.

​Wah, iya, kelihatan ya? Waduh, harus jawab apa? Masa jujur, "Saya dandan karena biar terlihat menarik di hadapan suami Anda"? Enggak lah, Kak Angrea sabuk hitam, bahaya.

Lihat selengkapnya