Life of Maharani 3

Wachyudi
Chapter #13

Spicy Sisters

​Pada awalnya Pink Velvet dibentuk oleh Kak Daniella yang "bosan", side project hidupnya lah. Namun ternyata jadi serius dan bahkan sekarang, setelah kami memperoleh hadiah dari ajang EGC, Aku, Kak Vior, dan Kak Vero mendirikan label musik kecil-kecilan, karena Pink Velvet sudah punya junior.

​Saat aku naik kelas 11 di TJ, masuklah tiga orang junior yang tertarik pada dunia girlband. Ya masa ditolak, apalagi salah satunya adalah adiknya Kak Angrea: Bianica Mahalini, dan dua member lainnya yaitu Elfira Squeenza dan Mio Sillolita. Ketiganya masih menggunakan nama New Velvet sampai Aku lulus.

​Yang tadinya berniat selesai di Pink Velvet malah jadi nambah junior. 'Ya sudah, seriusi saja' ujar Kak Daniella yang memang ambisius soal pencapaian. Kupikir juga kenapa tidak kan?

​Kini, ketiga junior itu sudah bertambah jadi empat dengan masuknya Tania alias Britania. Anaknya tomboi dan supel, dia masuk memang melengkapi posisi head voice power yang kalau di Pink Velvet-nya adalah posisi yang dipegang Kak Angrea. Dan semenjak itu lah Kak Daniella menawariku dan Kak Vero untuk mendirikan label musik. Maka lahirlah 'Hyper Label' di bawah naungan Le Viral.id. New Velvet pun punya nama baru yaitu Spicy Sisters.

​Kalau boleh, Ivory mau gambarkan karakter masing-masing member Spicy Sisters.

​Kapten timnya Bianica Mahalini atau biasa kami panggil Bian. Cantiknya sebelas dua belas dengan Kak Angrea, jadi ya dia itu cantik alami. Rambutnya hitam panjang sepunggung dan lebat. Tone kulitnya kuning langsat, dan flawless sumpah. Yang paling menonjol dari sosok Bian adalah matanya yang kawaii banget yang membuat tatapannya maut.

Bian paling sering tampil dengan celana cargo, crop top berkemeja, atau dress dengan hot pants. Rambutnya lebih sering digerai atau half ponytail. Suaranya head high, sedikit lebih tinggi dari Kak Angrea.

Member kedua yaitu Elfira Squeenza biasa dipanggil Fira atau Queeny. Fira itu bergigi gingsul membuatnya tampak kirei. Ini pendapat orang-orang ya bukan sudut pandang Ivory belaka. Dengan tone kulit putih dan rambut bergelombang hitam sepunggung, Fira lebih suka penampilan yang totally girly, ia memang member paling feminin di Spicy Sister. Fira hampir selalu cocok dengan pakaian wanita jenis apa pun karena tubuhnya yang semampai. Posisi suara high head sekaligus harmonic.

Member ketiga yaitu Mio Sillolita bisa dipanggil Mio, Sillo, atau Lita. Meskipun ia paling pendek di antara para Spicy Sisters, tapi Mio paling lincah menari, hampir tiap ditantang gerakan baru ia bisa mengikutinya. Rapper garis keras, ia kebanyakan hanya mengisi part rap dan back vocal. Oh iya, Sillo juga gemar memakai segala macam topi. Ciri khas yang paling signature dari sosoknya adalah gigi kelinci yang membuat senyumnya terlihat menggemaskan.

​Dan member keempat yaitu Britania atau biasa kami dipanggil Tania. Tania gemar memakai potongan mullet pendek dengan poni yang menggantung, memang sesuai dengan bentuk wajahnya yang bulat. Ia adalah member termuda dan paling on fire. Kesan tomboi ini memang dimilikinya semenjak awal bergabung. Di sini Ivory tidak perlu jelaskan bukan jenis outfit yang biasa dipakainya? Ya tank top dengan kemeja biasanya dipadukan dengan long cargo atau 3/4 dan sepatu kets. Suara Tania lebih ke power yang bisa mengisi part-part tebal nan maskulin.

​"Yup, buat perayaan Imlek nanti kalian para Spicy Sisters mau pakai lagu yang mana?" tanya Kak Vero pada anak-anak Spicy Sisters.

​"Perasaan cuma ada satu deh kalau lagu Spicy Sisters, memang ada yang lain, Kak?" ujar Sillo keheranan.

​"Yupz, betul sekali, jadi mengerti kan?" jawab Kak Vero memang agak usil.

​"Tapi koreonya belum jadi semua, sebulan cukup?" Tania meragukan batas waktu yang sempit.

​"Makanya hari ini kita lengkapi ye kan!?" Kak Vero kembali memberi semangat.

​"Oh iya, nanti Bian sama Tania perform pakai tank top atau crop top ya! tunjukkan aset super kalian!" perintah Kak Vero.

​Bian dan Tania saling memandang, bingung dengan maksudnya. Memang Kak Vero terkadang bercanda cuma dia yang paham.

​"Koreo tuh sudah lengkap sih, yang kurang kan cuma bagian intro awal saja mau diisi apa? Intro-nya panjang soalnya kalau diisi pose saja ... ya agak hampa," ujarku pada mereka semua.

​"Nah, itu ... Vero ada ide Rin, nanti Bian yang handle part awal ya? Combine sama Tania," ucap Kak Vero sambil menunjuk Bianica.

​"Kayak bagaimana Kak gerakannya? Bian belum bisa kalau harus salto 10 meter," ucapnya seakan sudah bersiap dengan kemungkinan jahil dari Kak Vero.

​"Oh, enggak, kamu su'udzon saja tuh kayak kakaknya," ucap Kak Vero sambil mengerenyitkan dahi.

​"Wajar ya enggak sih?" bisik Sillo pada Fira.

​Fira terkekeh geli menanggapi hal itu.

​Nanti begini nih gerakan opening yang Bian bakal lakukan.

​Kak Vero lalu mempraktikkan gerakan yang ia sebutkan.

​"Ow, ow, ow ... Bian disuruh begitu, enggak bahaya tah?" Tania agak protes.

​"Memorable sih, tapi efeknya ke Bian enggak apa-apa tah, Kak?" Fira mengingatkan kembali Kak Vero.

​"Lho, lho, justru menonjolkan sisi feminin dari lagu ini, kan lagunya hip hop dengan beat yang electro banget. Yin dan Yang gitu, keren kok," Kak Vero menjelaskan argumennya.

​"Masuk akal sih sebenarnya, Kak. Ivory setuju, cuma Kakak siap-siap saja," aku juga merasa perlu mengingatkan Kak Vero.

​"Kalian tuh kenapa sih? Bahaya apa coba, orang dance saja," Kak Vero menggeleng-gelengkan kepala.

​"Oke, sambil nunggu Vior yang lagi beli camilan, ayo tiga kali lagi lah, semangat, Spicy Sisters!" Kak Vero mengepalkan tangannya ke samping lalu memunculkan jempol dan telunjuknya yang kemudian bergeser ke bawah dagu.

​"Bon courage!!!" para Spicy Sisters menjawab serentak.

---

(​Di GCM saat Imlek dan pameran alutsista)

Lihat selengkapnya