Life of Maharani 3

Wachyudi
Chapter #14

The best bride and groom

​Aku kini sepenuhnya mengerti perasaan Angrea saat itu. Kala ia tengah mengenakan pakaian terindah dalam hidupnya. Saat detik-detik terpenting dalam kehidupannya akan segera terjadi. Berbagai perasaan yang muncul bersamaan dalam satu waktu—bahagia, takut, haru, senang—seakan melebur dalam sebuah momen terindah bernama pernikahan.

​"Ellaaaa... masya Allah cantik, sumpah cantik banget..." Angrea masuk lalu langsung memelukku.

"Empat tahun lalu Rea yang di posisi ini ya, Ella jadi ingat," kusambut pelukannya dengan penuh rasa haru.

​"Ella, selamat ya... kalian udah ninggalin aku," Vero juga memelukku haru, ia masihlah Veronica yang kukenal.

"Cepat menyusul ya, Ver. Pokoknya kalau kamu sudah ada calon bilang ke aku, aku urus semuanya, kamu langsung nikah saja," ucapku mantap. Aku tidak ingin Vero merasa sedih.

"Oke siap, budak nurut sama Nona," jawab Vero, ia rupanya sudah berlinangan air mata.

​"Bahagia?" tanya Angrea.

"Eum, hmm... paling bahagia di dunia," jawabku.

"Ella pantas kok dapat Mas Dirga, kali ini kita semua merestui kalian," Vero berkata dengan amat yakin.

"Terima kasih ya, Ver. Terima kasih, Rea. Terima kasih selama ini kalian sudah jadi sahabat terbaik," ucapku.

​Lalu dari arah pintu kamar masuk Vior dan Ivory.

"Kakaaaak... ya Salam, Kakak cantik sekali," Vior berlinangan air mata bahagia, ia langsung menghampiriku dan memelukku juga.

"Selamat, Kak. Kakak yang nikah, Ivory yang ikut bahagia beneran. Sudah sempurna kebahagiaan Kakak," Ivory tidak kalah haru.

"Kaliaaan... terima kasih, kalian yang terbaik dalam hidupku. Ella bakal tetap ada untuk kalian kok, terima kasih," ucapku.

​Lalu adik kecilku, Marvellina, yang kini sudah semakin dewasa. Rupanya ia sudah ada di belakang Ivory.

"Uni, selamat ya... Ina berbahagia sekali melihat Uni... semoga..." ujarnya, namun sebelum ia menyelesaikan kalimatnya, kupeluk ia erat-erat.

"Uni sayang Ina, sayaaaang banget... terima kasih, Ina." Air mataku menetes kala memeluknya, kuciumi ia penuh rasa haru.

​Aku berjalan diiringi para pengiring pengantin tercantik di dunia, menuju peraduanku di sebelah pria yang paling aku cintai. Wajah-wajah yang amat kukenal tengah berdiri menyambut kedatanganku. Regi, merci Mon Amour, kau Papa terbaik yang pernah kumiliki. Di sebelahnya ada Marvellina, Francoise, dan Ourson—saudara terhebatku. Bu Arunika, sosok yang selalu mengisi ruang kosong di hatiku, dan tentunya Pak Iskandar beserta anak-anaknya. Ada juga Bu Lulu, Fira, Sillo, dan Tania. Tanpa mereka, pernikahanku tidak akan lengkap. Erik, ajudan kepercayaanku, terima kasih atas segala baktimu. Bu Hesty, terima kasih atas kepercayaanmu padaku untuk mendampingi pria yang paling kau sayangi.

​Para keluarga besar Maharani, Mahalini, dan Mahandaru, kalian adalah rumah terbaik bagiku. Rekan-rekan di RAGE, LeViral.id, Gege, Bang Zack, Sabugha, dan juga SHINE, kalianlah tim terbaik di semesta ini. Dan Amaku... Ma, terima kasih telah melahirkanku ke dunia. Hari ini anakmu telah berbahagia, semoga engkau tenang di sana bersemayam di sisi-Nya. Dan Adrian, semoga engkau juga tenang di alam sana, terima kasih sudah pernah singgah di hidupku.

​Aku duduk tepat di sebelah Dirga, kutundukkan wajah, tak akan melihatnya hingga ijab kabul kami selesai. Doa dipanjatkan, ayat suci dibacakan. Prosesi sakral ini tibalah pada titik terpentingnya: perjanjian suci, sumpah sejati seorang lelaki.

​"Maradirga Arutala, saya nikahkan dan kawinkan kamu dengan seorang wanita bernama Daniella Maharani Le Blanc' binti Reginald Marvello Le Blanc' dengan mas kawin emas murni seberat 1 kg, perhiasan emas senilai Rp 165.000.000,- dan sebuah rumah senilai 1,8 M dibayar tunai," ujar sang penghulu.

​"Saya terima nikah dan kawinnya Daniella Maharani binti Reginald Marvello Le Blanc' halal untuk diri saya dengan mas kawin tersebut dibayar tunai," Dirga menyambut mantap.

​"Sah?" sang penghulu menyapu pandangannya pada para hadirin.

"Saaahhh!!" serentak para hadirin menjawab.

​Doa pun dipanjatkan dengan khusyuk. Air mataku menetes pelan; bahagia dan haru bercampur aduk. Ya Allah, terima kasih, aku adalah umat-Mu yang paling berbahagia hari ini.

Lihat selengkapnya