Life of Maharani 3

Wachyudi
Chapter #17

Private saloon, private talks.

​"Halllluuu, Madam ... hmm kayak yang fresh gitu deeeeh ..." ujar Vero dengan membahana pada Daniella yang baru saja tiba di kantor Hyper Label.

​Vero menghampiri Daniella lalu cipika-cipiki memeluknya.

​"Iya yaaaaa ... kenapa jeh?" jawab Daniella sambil dibumbui aksen Cirebon yang kental tapi terdengar dibuat-buat.

​"Gimana ... arjunanya mantep?" ucap Vero sambil mengacungkan dua jempol bermaksud menggoda Daniella.

​"Mantap!!" jawab Daniella yang juga mengacungkan jempol sambil mengangguk tegas menanggapi guyonan Vero.

​Vior tersenyum lebar menggeleng-gelengkan kepalanya, merasa lucu dengan tingkah para seniornya. Ia lalu menghampiri Daniella untuk cipika-cipiki juga memeluknya.

​"Duduak* dulu, duduak dulu ... cerita dong cerita ..." Vero mempersilakan Daniella duduk setelah sebelumnya menepuk-nepuk sofa.

​"Biasanya kalau begini tuh ada maunya tahu Kak," ujar Vior sambil tersenyum pada Daniella.

​Daniella mengangguk karena sudah paham.

​Vero menempel pada Daniella sambil membawa air mineral botol untuk sahabatnya itu.

​"Jadiiii ... sehari berapa kali?" Vero tersenyum lebar sambil menaik-turunkan alis.

​"Euuumm ... ya se-metenge** aja," masih dijawab dengan bahasa Cirebon seperti tadi.

​"Hahahhahaha ..." Vero dan Vior tertawa.

​Tidak lama setelahnya, Ivory tiba sambil membawa tas besar.

​"Eh sudah sampai tuh Ivory ..." Vior yang pertama sadar.

​Daniella melongok ke arah pintu masuk.

​"Fyuh, nih sudah Ivory pilih-pilihin ... eh ada Kak Daniella, datang kapan Kak?" Ivory meletakkan tasnya ke pojokan dan menghampiri Daniella lalu cipika-cipiki memeluknya.

​"Itu apa Say?" tanya Daniella melihat ke arah tas besar yang Ivory bawa.

​"Baju-baju preloved Kak, mau kita donasikan buat yang kurang mampu," jawab Ivory.

​"Wah, tahu begitu tadi Ella bawa juga ya, besok deh," Daniella tertarik untuk juga ikutan.

​"Boleh banget Kak, acaranya masih lima hari lagi, nanti semuanya kita laundry dulu baru dibagikan," Vior menjelaskan.

​"Oke kalau begitu ... ini pada lowong kan, mau touch up enggak nih? Rea lagi enggak bisa, sedang ada keluarganya Razi datang jadi cuti ngumpul dulu," Daniella menawarkan kumpul rutin di spa atau salon.

​Mata Vero berbinar.

​"Madam the best memang, terbaik sumpah, cuss lah,"

​"Asik, terima kasih, Kak," Ivory senang.

​"Kak Daniella memang dermawan," Vior juga ikut senang.

​"Oke, cuss," sambut Daniella.

​"New Velvet masih belum datang ya?" tanyanya.

​"Namanya sudah ganti jadi Spicy Sisters, Madam. Mereka sudah moving kok lagi ada dua job podcast di radio didampingi Bu Lulu," ralat Vero.

​"Oh iya benar sudah ganti, oh ya sudah bagus makin hype," jawab Daniella.

​Lalu keempatnya pergi ke klinik perawatan kulit dan wajah langganannya Daniella.

---

"Pijat Swedia memang paling comfort," ucap Daniella yang terdengar begitu menikmati pijatan dari staf pemijat.

​"So far sudah lancar ya, Ella?" tanya Vero ketika sesi pemijatan sekaligus lulur.

​"Lancar, cuma Dirga belum terbiasa sama suasana rumah. Minggu depan lah pindah ke Manoa," jawab Daniella.

​"Oh, jadi ya ditempati langsung? Kirain mau disewakan," ujar Vero.

​"Langsung ditempati saja biar private gitu. Di rumah kan masih kadang ada Marvellina, jadi kurang leluasa tuh," Daniella tersenyum geli mengingat kejadian tempo hari.

​"Huhuuu yang pengantin baru enggak pengin diganggu," ucap Vero seperti biasa.

​"Ya enggak apa-apa kan, lagian Dirga jarang di rumah, pulang cuma beberapa hari kan," Jawab Daniella.

Lihat selengkapnya