Life of Maharani 3

Wachyudi
Chapter #18

A perfect candle light dinner

Malam terakhir sebelum cuti Dirga berakhir, aku menginginkan sebuah makan malam yang romantis dan intim. Aku tidak ingin diganggu oleh siapa pun. Sebenarnya di rumah ini, sekarang hanya ada kami berdua dan Marvellina, ditambah dua orang pelayan dan dua orang keamanan. Adik kecilku itu sudah berada di kamarnya setelah sore harinya kusambangi dan kuberikan sedikit 'pengertian' tentang keinginanku akan privasi.

​Aku dan Dirga sedang menikmati makan malam di dekat Gazebo. Ia tampak gagah mengenakan setelan jasnya. Aku mengenakan gaun sutra berwarna violet dengan potongan dada rendah. Rambutku kubiarkan tergerai setelah sebelumnya melengkapinya dengan enam perawatan khusus. Dan tentu saja, parfum Gucci Bloom limited edition yang sengaja kupesan untuk saat istimewa ini. Malam ini aku benar-benar total merias wajahku, tidak tebal, hanya berusaha sesempurna mungkin. Dan sepertinya ia bisa melihat itu.

​"Malam ini, Ayank beda banget, ya. Lebih cantik, lebih memesona," ia mengucapkannya tanpa ragu, dan aku suka.

​"Eum, hmmm ..." Kuanggukkan kepala.

​"Puji aku lagi," pintaku manja.

​"Oh, well ... hmm ... sepertinya memang Ayank selalu jadi alasan Dirga selalu merindukan pulang," hmm, mulai pintar merayu rupanya suamiku ini.

​Aku tersenyum manis, terlihat sekali kalau rayuannya tepat mengenai hatiku.

​"Kamu suka enggak Yank?" tanyaku seraya menatap matanya.

​"Menu makan malam kita? suka banget ... ikannya Ayank masak sendiri? love it ... Senang rasanya punya istri pintar masak," tidak salah, sih, yang Dirga jawab, hanya saja kurang tepat sasaran.

​"Terima kasih, tapi Ella tanya yang lain," kusentuh bagian dadaku seraya menatapnya begitu dalam, lalu kuberikan lirikan nakal pada Dirga.

​"Ayank suka, enggak?" tanyaku ulang.

​"Uhuk ..." Dirga terbatuk, kaget dengan arah pertanyaanku. Ia lalu mengatur napasnya, kemudian minum seteguk air putih.

​"Suka. Maksudnya gaunnya, atau yang di baliknya?" Dirga masih saja pemalu.

​"Vero sering bilang kalau dadaku ini ukurannya kurang, dan sejujurnya semenjak setahun ke belakang aku melakukan berbagai usaha untuk memperbaikinya. Gimana hasilnya? Ayank suka, enggak?" tanyaku jujur, tentunya dengan wajah agak tersipu malu.

Lihat selengkapnya