Life of Maharani 3

Wachyudi
Chapter #24

Women at work

(di Le Viral.id HQ Plered)


Gerina, Irriana, dan Maefah duduk berjejer di sofa. Di hadapan mereka, Daniella, duduk di kursi owner, tengah melihat laporan pembukuan bulanan yang dibuat ketiganya.

​"Punya Irriana sudah bagus, progress-nya juga kelihatan, ya. Tinggal Gege sama Mae saja yang masih harus dikoreksi. Mae dulu," ujar Ella.

​"Iya Kak," sahut Mae.

​"Ini dua cabang, penjualannya turun kenapa?!" Daniella bicara langsung ke inti.

​"Bulan lalu ada empat bahan baku yang langka. Kalaupun ada, harganya melambung. Jadi ada menu yang kita resting dulu dan salah satunya menu unggulan," jawab Mae.

​"Sudah coba hitung cost ratio?" tanya Daniella lagi.

​"Sudah, dan tidak masuk Kak," Mae berargumen.

​"Kenapa tidak up ke menu lain? Buat menutupi targetnya, kasih promo, atau minta cabang lain buat kirim bahan bakunya? kan kalau di cabang lain harganya stabil, bisa penyesuaian harga karena pembeliannya lebih banyak?" Daniella memandang Mae.

​Mae terdiam, menyadari sesuatu.

​"Mae, bagaimana? kok diam?" tanya Daniella.

​"Iya, Mae tidak kepikiran. Maaf Kak," jawabnya sambil menunduk.

​Daniella melemparkan laporannya ke meja agak kencang. Mae teringsut kaget.

​"Oke, perbaiki ya bulan ini!!" ujar Daniella.

​"Iya Kak, siap," jawab Mae khas militer.

​"Terus, katanya kamu mau pinjam uang? berapa?" tanya Daniella menyinggung soal lain.

​"Ah iya Kak. Eum, kalau 30 juta boleh?" ujar Mae.

​"Buat apa, Mae?" tanya Daniella telisik.

​"Adik Mae lulus ujian masuk kedokteran, cuma uang masuknya butuh 50 juta. Tabungan Mae cuma ada 20, kurang 30 lagi," Mae menjelaskan.

​"Oh, ya sudah. Nanti bayarnya cicil dari gaji saja, ya," jawab Daniella.

​"Eh, beneran? terima kasih Kak. Oke siap Kak," Mae tampak sumringah dengan jawaban Daniella.

​"Oke Gege, coba kita review. Ge kerja bareng aku sudah berapa lama?" tanya Daniella.

​"Sembilan tahun delapan bulan dua puluh satu hari Ella," jawab Gege.

​"Masa laporannya masih kayak gini? masih ada missed," tanya Daniella.

​"Maaf Ella. Gege ketiduran pas mengerjakannya semalam, jadi Gege kebut pagi pas bangun. Ada missed ya ternyata?" Gege beralasan.

​"Kamu tidak baca dulu sebelum dikasihkan ke Ella?" Daniella menatap tajam, agak terlihat kesal.

​Gege terdiam salah tingkah menyadari ia salah bicara. Matanya memerah dan agak berkaca-kaca.

​"Kerjaan kamu kebanyakan kah? butuh asisten?" tanya Daniella terdengar tegas dan berat.

​"Tidak Ella. Gege sanggup kok. Maaf, semalam Gege menemani Zack di RS. Keluarganya kan pada jauh, kasihan tidak ada yang nungguin," Gege menahan tangis namun gagal, tangisnya pecah.

​Daniella berhenti bicara menunggu tangis Gege mereda.

​"Zack kenapa?" tanya Daniella agak melunak.

​"Huhuhu, tipes. Masuk tadi malam," Gege menjelaskan.

​"Kenapa tidak bilang?" tanya Daniella.

​"Iya maaf. Gege panik, soalnya mendadak ada telepon dari tetangganya Zack, memberitahu kalau Zack masuk IGD. Gege takut dia kenapa-kenapa. Hiks," ujarnya, masih berusaha meredakan tangisnya.

​Daniella menghela napas, menunggu Gege benar-benar tenang.

​"Ya sudah. Setelah ini, antarkan Ella jenguk Zack ya!" ujarnya.

​"Iya Ella, terima kasih," jawab Gege seraya tersenyum.

​"Ya sudah. Oh iya, ini ada oleh-oleh dari Marvellina buat kalian juga. Kalau mau bilang terima kasih, telepon sendiri saja," Daniella memberikan tiga buah bingkisan pada Gege, Irriana, dan Mae.

​"Terus, ini laporannya Ella terima. Tolong naikkan lagi kinerjanya. Kalian manajer juara Le Viral.id, jadi Ella amat mengandalkan kalian," ucap Daniella seraya memandang bergantian pada ketiganya.

​"Siap!!" jawab Gege, Irriana, dan Mae serentak.

---

(Di kantor pusat Mahalini Air)


Lihat selengkapnya