Life of Maharani 3

Wachyudi
Chapter #30

Patience has paid off!!!

Taburan bunga mawar di atas kasur sudah, pewangi ruangan sudah diganti dengan yang beraroma bunga, musik tinggal tepuk saja, minum hangat dan camilan sudah siap di pojokan. Aku juga sudah mandi dan luluran serta touch up. Yup! tinggal menunggu Dirga datang.

​Maharani D.: Sampai mana, Ayank?

​My Hubby: Baru parkir nih, tinggal masuk.

​Maharani D.: Sini-sini ... tapi mandi dulu di kamar tamu nomor tiga sebelum masuk kamar, bajunya sudah disiapkan 💜

​Kububuhkan emot love violet kesukaanku.

​My Hubby: Hehe, siap 😘

​Aku tersenyum sendiri melihat ketikannya. Hanya denganku Dirga bisa selalu se-imut ini. Profilnya terutama di tempat kerjanya agak berbeda, ia begitu tegas berwibawa. Namun, Dirgaku akan berubah lembut dan perhatian saat bersamaku.

​Menit demi menit berlalu dan akhirnya ia masuk kamar.

​"Assalamu'alaikum ..." Sosoknya yang sudah bersih dan rapih terlihat gagah ketika masuk.

​Aku sudah sedang duduk di atas kasur sengaja berpose se-seksi mungkin.

​Dirga memandangiku terus, jelas terlihat dari wajahnya berbagai macam perasaan. Ia sempat mematung sekaligus bingung bercampur ragu. Namun, wajahnya yang kini merona merah terlihat kaget sekaligus senang.

​"Lho, kok? seriusan pakai baju seragam sekolah? beda banget, ya ... bajunya atau?" ucapnya kala melangkah mendekat.

​Kutersenyum menggelengkan kepala.

​"Istrimu sudah di-upgrade, kaget kan?" jawabku seraya membuka kancing baju seragamku dan melepaskannya, menyisakan downblouse di dalamnya. Aku lanjut menarik downblouse-ku mengekspos bahu dan sebagian dadaku.

​"Ayank jadi makin muda, kok bisa?" tanyanya sembari mendekat dengan masih terus memandangiku penuh rasa penasaran.

​"Sudah mandi?" tanyaku dengan genit.

​"Sudah," jawabnya semakin mendekat.

​Aku pun menaikkan dagu meminta sebuah ciuman. Dengan lembut ia menyambutnya, menciumku mesra.

​"Aku mau senapan laras panjangmu malam ini," bisikku lalu menggigit genit telinganya.

​Ia pun menyambutnya, merebahkanku di kasur, tangan kami saling menggenggam. Area leherku sudah sedang diciuminya yang sesekali berpindah ke wajah dan dada. Tubuh kami semakin panas, Dirga sudah hendak melepaskan pakaianku ketika aku menghentikannya.

​"Stop! ya ampun, Ella lupa Yank," ujarku sambil dengan reflek menahan tubuhnya.

​"Eh, kenapa?" tanyanya terkaget tentu saja.

​"Sorry-sorry, saking tidak sabarnya sampai lupa," kutepok pipiku seraya tersenyum lebar.

​"Kenapa, Yank? ada yang salah?" ia memandangiku, menunggu sebuah jawaban.

​"Eum, belum bisa dipakai sampai satu bulan kedepan," jawabku.

​"Maksudnya?" Dirga meminta penjelasan.

​"Euum, masih belum boleh HB sampai pemulihanku selesai. Perkiraan satu bulan. Sorry, serius Ella lupa ... sorry dear," jawabku.

​"Hahaha, oke, tidak apa-apa. Prioritaskan pemulihan dulu," Dirga tertawa lalu berbaring terlentang di sebelahku sambil menghela nafas. Eum, kasihan Ayankku.

​Aku pun terduduk lalu lantas membuka celananya dan menggenggam miliknya yang masih berdiri tegak. Kudekatkan wajahku, kulayani suamiku. Mana mungkin aku membiarkannya terjebak perasaan tanggung. Istri macam apa yang tidak mampu memutar otak demi memuaskan suaminya.

---

​Aku bukan tipe yang diam saja dalam masa tunggu satu bulan ini. Kureduksi jadwal kerjaku dengan maksud memberi tubuhku lebih banyak waktu istirahat. Dan again and again aku benar-benar bersyukur memiliki tim terbaik di sisiku. Tim yang terkoordinasi penuh tanggung jawab namun independen secara individu baik di Le Viral.id, RAGE Indonesia, RAGE's Store, maupun di Hyper Label. Semuanya benar-benar bisa diandalkan dalam memastikan setiap progres berjalan dengan baik.

​Namun, semua karunia itu kusadari adalah tantangan buatku. Tantangan agar aku selalu bisa menjadi role model leader yang bisa mereka teladani. Itulah yang membuatku begitu tegas pada diriku sendiri, "you are too strict burning your own legs" kata Marvellina.

​"Madam, ini lumpia punya siapa, ya?" tanya Vero sambil mengunyah lumpianya.

​"Punya Dirga. Tadinya mau dimakan malam, tapi kelupaan disimpan di kulkas. Memang masih enak?" tanyaku.

​Aku sendiri sedang membuat shopska salad untuk diriku sendiri. Theo kecil menghampiriku, penasaran tantenya sedang bikin apa.

Lihat selengkapnya