Taburan bunga mawar di atas kasur sudah, pewangi ruangan sudah diganti dengan aroma bunga, musik tinggal tepuk saja, minum hangat dan camilan sudah siap di pojokan. Aku sudah mandi, luluran, dan touch up. Yup! Tinggal menunggu Dirga datang.
Maharani D.: Sampai mana, Ayang?
My Hubby: Baru parkir nih, tinggal masuk.
Maharani D.: Sini-sini... tapi mandi dulu di kamar tamu nomor tiga sebelum masuk kamar, bajunya sudah disiapkan. 💜
Aku tersenyum melihat ketikannya. Hanya denganku Dirga bisa seimut ini. Profilnya di kantor sangat tegas dan berwibawa, namun ia selalu berubah lembut saat bersamaku.
Menit berlalu, dan akhirnya ia masuk kamar.
"Assalamu'alaikum..." Sosoknya yang bersih dan rapi terlihat gagah.
Aku sudah duduk di atas kasur, sengaja berpose seksi. Dirga memandangiku, wajahnya merona merah—kaget sekaligus senang.
"Lho, kok? Serius pakai seragam sekolah? Beda banget ya... bajunya atau?" ucapnya melangkah mendekat.
Aku menggeleng tersenyum. "Istrimu sudah di-upgrade, kaget kan?" jawabku seraya membuka kancing baju seragamku, menyisakan downblouse di dalamnya. Aku menariknya sedikit, mengekspos bahu dan sebagian dadaku.
"Ayang jadi makin muda, kok bisa?" tanyanya penasaran.
"Sudah mandi?" tanyaku genit.
"Sudah," jawabnya semakin mendekat.
Aku menaikkan dagu meminta ciuman. Ia menyambutnya dengan mesra.
"Aku mau senapan laras panjangmu malam ini," bisikku lalu menggigit genit telinganya.
Ia merebahkanku di kasur. Tubuh kami semakin panas. Dirga hendak melepaskan pakaianku ketika aku tiba-tiba tersentak.
"Stop! Ya ampun, Ella lupa, Yank!" ujarku menahan tubuhnya.
"Eh, kenapa?" ia terkaget.
"Saking tidak sabarnya sampai lupa," kutepuk pipiku sendiri. "Masih belum boleh HB (having baby/hubungan badan) sampai pemulihan selesai. Perkiraan satu bulan. Sorry, dear..."
"Hahaha, oke, tidak apa-apa. Prioritaskan pemulihan dulu," Dirga tertawa lalu berbaring telentang sambil menghela napas. Kasihan suamiku. Namun, aku bukan tipe yang diam saja. Kulayani suamiku dengan cara lain. Istri macam apa yang tidak mampu memutar otak demi kepuasan suaminya?
---
(Sebulan Kemudian)