Life of Maharani 3

Wachyudi
Chapter #33

Place to put our heart

"Yank, subuh ini, mau coba salat ke masjid desa, yuk!" ajakku pada My Hubbie.

​"Wah tumben," ucap Dirga tersenyum.

​"Dih huuuuw, ngejek tuh ... Ella lagi kepengen aja," ujarku sambil mencubit-cubit perutnya.

​"Hahaha aww, oke. Kalau begitu siap-siap sekarang," jawabnya sambil menangkapku dalam peluknya.

​"Siap laksanakan," jawabku khas militer, lalu kuangkat daguku meminta sebuah ciuman.

​"Mon amore, je t'aime," ucapnya yang sudah fasih kalimat ini lalu menciumku mesra.

​Kami pun bergegas menuju masjid desa yang terletak sekitar 5.4 kilometer dari rumahku. Karena akses jalan yang sudah diperbaiki, kami tiba dengan cukup cepat.

​"Ih, kok Ella deg-degan ya? Saking jarangnya," gumamku, merasa konyol dengan diriku sendiri.

​"Haha, ada-ada aja. Jarang ketemu warga sih ya?" tanya Dirga.

​"Eum hmm ... hmmm, dih kok Ayank ganteng sih pakai baju koko?" kulirik Dirga, memandanginya yang sudah berpakaian rapih dan religius.

​"Memang suaminya ganteng, kali," jawabnya sambil melirikku dengan senyum sombong.

​"Ya, indak boleh ya ... nanti bisa-bisa dilirik cewek lagi ..." kucubit pipi kirinya dengan tangan kanan.

​"Tidak akan ada yang berani, sudah laku sama nona besar galak, hehe," jawabnya.

​"Dih huuuww, kok sebel ya," kutambah cubitannya di pipi kanan dengan tangan kiri.

​Kami pun lalu turun dari mobil dan menuju masjid. Wajar sih dan sudah bisa kuprediksi kalau kami pasti akan jadi tontonan karena jarang datang. Atau lebih tepatnya aku yang amat sangat jarang datang. Siap-siap dikira mualaf aja.

​"Assalamu'alaikum Mas Dirga, bagaimana kabar? wah, pagi ini tidak sendirian nih," sapa seorang bapak-bapak berjenggot dengan pakaian religius lengkap lalu mereka bersalaman.

​"Wa'alaikumsalam. Alhamdulillah sehat, Pak Kiai. Bapak juga bagaimana kabar? iya nih, saya pagi ini bareng istri," jawabnya.

​Kulemparkan senyum ramah menyapa Pak Kiai yang lalu ia balas serupa.

​"Alhamdulillah, Nona Maharani sudah mau ke masjid, semoga nyaman ya masjidnya," ujar si Bapak.

​Aku agak terkejut, kok Bapak tahu namaku.

​"Eum, Bapak tuh kenal saya? padahal Ella belum menyebutkan nama lho," tanyaku padanya karena penasaran.

​"Satu desa Pasawahan ini juga kenal, Nona Daniella Maharani kan? anaknya Mister Reginald dan Nona Adellina? masjid ini tuh yang renovasi sampai jadi bagus kan Nona Adellina? Nona Maharani juga sering donasi ke masjid kan, lewat Joko sama Ruminah?" ujar si Bapak masih tersenyum dengan ramah.

Lihat selengkapnya