Life Of Maharani 4

Wachyudi
Chapter #2

D & D Tea Time

Tanyakan pada Mbok Rum kalau tidak percaya, tapi kamu pasti akan setuju kalau saat santai berdua seperti ini agak jarang aku dan Dirga dapatkan. Sesaat sebelum tidur? Ya! tapi sering kalinya aku atau Dirga yang ingin lekas beristirahat. Kegiatan harian kami yang penuh jadi alasan tidak mudahnya kami mendapatkan waktu bermanja ria. Hmm apa itu juga ya yang jadi faktor kemarin itu aku susah hamil, karena terlalu lelah?

Tapi yang jelas dua hari ini kami mendapatkan momen cukup langka. Aku libur, Dirga libur. Dirga mendapat jatah libur dari markasnya, dan aku menyambut hal itu dengan reschedule pada semua unit usahaku sehingga aku punya dua hari "no distrubed!".

Waktu-waktu seperti ini amat berkualitas sekali, khususnya untuk hubungan kami. Ya pasangan apa yang sama sekali enggak pernah heart to heart, atau bahkan sekedar menghabiskan waktu tanpa harus ada maksud khusus? karena sejatinya saling mengenal, saling mengerti, dan saling memahami itu tidak terjadi hanya dalam satu waktu. Hal itu ada di sepanjang pernikahan. Seperti sore hari ini saat aku dan Dirga duduk bersantai berdua saja menikmati menonton acara televisi nasional. Aku ngemil dried fruitku, Dirga ngemil kripik sale pisang gorengnya, ndut ntar bapak tentara!!!

"Seneng banget sama sale pisang Ayank tuh, kenapa?" ujarku dalam rangkulannya.

"Enak, manis ... hmm ... dulu waktu pindah ke Cirebon pas SMA, Bunda beliin dua bungkus sale pisang ini, satu buat Bang Brahma, satu buat Dirga...kerasanya tuh istimewa banget, dan kebawa sampai sekarang" jawabnya dengan langsung menjelaskan lebih detail.

Dirga yang sekarang tuh semakin paham mauku bagaimana. Aku memang suka mendengar informasi secara lengkap dari pada sepotong-sepotong saja.

"Owh begitu, pantas saja, awas lho kontrol gula darah ya ... Ella sudah book visit home dokter buat semua anggota rumah Wisma jadi enggak ada alesan enggak sempet ke dokter," jawabku menekankan pada maksudnya.

"Wooow dokter dibooking, kayak taksi aja ..." balas Dirga sambil tersenyum jenaka.

Uh lucu sih Ayank yang gini, tapi sebel.

"Iiikkhh sebel ... bersyukur dong, segala ada ... tinggal jaga kesehatan aja dan happy-happy terus," ujarku lalu mencubit pahanya, kemudian mengambil remot untuk mengganti tayangan di layar televisi karena acaranya agak kurang bermanfaat.

Apa sih yang orang-orang lihat dari acara televisi semacam ini? menurutku agak kurang berkualitas. Bukankah jauh lebih baik kalau membaca buku-buku. Memang sih kami, Pink Velvet, dulu beberapa kali tampil di acara ini. Khususnya acara musik seperti ini, tapi itu kan dalam rangka kerjaan. Kalau dari sisi menikmatinya sebagai tontonan aku sih enggak tuh.

Saat ini sepertinya berdasarkan jamnya, hampir seluruh stasiun televisi menayangkan acara bertema keluarga atau musik. Enggak ada berita prioritas atau semacam innovation channel ya jam segini? aku enggak hapal sih. Tapi Bapak Letnan senang dengan channel "tontonan umum" semacam ini.

"Eh eh ... jangan diganti dulu Yank ...!" tiba-tiba Dirga memintaku berhenti mengganti channel televisi.

"Owh, apa Yank?" jawabku agak latah sambil menatap ke depan layar dan berhenti mengganti-ganti siarannya.

Rupanya tayangan vidio musik official dari grup band ST12 untuk lagu 'Putri iklan'. Ya aku simpan remotnya yang lalu diambil Dirga untuk dia besarkan volume suaranya. Dirga tampak menikmati lagunya sambil angguk-angguk dan bahkan menyanyikan baris demi baris lirik lagunya, kamu hapal Yank? kalo soal suaranya Dirga, yaaaa aku mau berharap gimana ....

"... mirip iklan di TV" 🎵

Serius Dirga enjoy banget, selama mengenalnya lalu menikah dan hingga saat ini aku enggak tahu kalau Bapak Letnan suka musik juga.

Wait! setelah aku perhatikan dengan seksama, sepertinya aku bisa menebak alasannya. Tidak spesifik tapi sepertinya tebakanku benar.

"Yank," kupanggil Arjunaku itu.

"Iya Yank," balasnya berhenti bernyanyi tapi matanya masih terpaku ke layar televisi.

"Ella putih mulus enggak?" tanyaku.

"Jelas!" jawab Dirga dengan penuh keyakinan.

"Seksi enggak?" tanyaku lagi.

"Seksi banget," jawab Dirga lalu mengecup keningku.

Hmmm suka nih jawaban yang ini, Ella emang seksinya lebih ke otak.

Lihat selengkapnya