Francoise tiba malam sebelum acara baby shower digelar.
"Ma belleeee, tu me manques," ia begitu antusias setengah berlari kearahku sambil merentangkan tangan meminta pelukan. Ia bahkan menjatuhkan tasnya di lantai.
Aku merentangkan tangan menyambut pelukannya dengan suka cita. Oh aku kangen sekali 'Angrea' versi Le Blanc'ku ini.
"Moi aussi, Ma Ours, comment vas tu?" kutanyakan kabar padanya.
"Je suis content, Iam so happy since hear you pregnant" jawabnya benar-benar membuatku bahagia juga.
Dirga datang dari belakangku, merapihkan kancing lengan bajunya.
"Heeey ... miss me big guy?" Francoise mengepalkan tinju akrab ke bisepnya Dirga.
"Haha ... thanks for coming, Sist," balas Dirga seraya menyalaminya. Francoise menyambut salamnya.
"Actually, I'am so happy see you two guys get closer. But you two not cheating behind me, isn't it?" tanyaku dengan maksud bercanda tentu saja.
"Hmmm ... why not, I think I like strong soldier," jawab Francoise menggodaku dengan candaan.
"I will kill you," ucapku seraya mencubit pipinya.
"Hahaha ... I will never hurt you, Ma Belle," ia lalu memelukku hangat lalu mengelus-elus perutku.
"But this one for sure, will be my boyfriend," ujarnya sambil dengan jenaka tersenyum lebar.
Aku meruncingkan bibir menggelengkan kepala menatap Francoise dengan maksud mengusilinya.
"Yeaah you should find one and get marry, Il est tĂȘtu!" terdengar suara Ourson dari arah pintu depan datang bersama Regi.
"You leave oldman behind Francoise, merde!!!" ucap Regi sebal.
Oh Papa, kangen banget ketemu kamu.
Dengan manjanya akupun menghampiri pria yang paling kusayangi itu dan memeluknya.
"Aku kangen Papa, kamu sehat-sehat kan?" tanyaku.
"Aku juga kangen kamu, Ma Belle, aku sehat, bagaimana kabar kamu, suamimu dan cucuku?" Tanyanya menyambut pelukanku.
"Sapa lah sendiri cucumu," ucapku seraya menunjukan perutku.
Regipun berlutut dan mencium perutku lalu menempelkan telinga dan telapak tangannya sembari memejamkan mata.
"Papaaa," Marvellina muncul turun dari tangga lalu bergegas memeluk Francoise dan Ourson lalu Regi. Huuuuh seperti masih bocah saja, haha.
"J'taime, Papa," ucapnya begitu manja.
"Je t'aime plus, Ma Puce," jawab Regi mengelus-elus kepala Marvellina dan mencium keningnya.
"So this is our eagle eyes? got some luck yeah," ucap Ourson sembari menyalami Dirga dengan gaya maskulin.
"Well, heard that from Francoise? By the way thanks for coming," jawab Dirga menyambut Ourson.
"Of course, Le Blanc' will always be there for family," jawab Ourson sambil tersenyum hingga lesung pipitnya terlihat jelas.
"We all three so lucky isn't it?" ucap Francoise lalu diiringin tawa Dirga dan Ourson.
Sumpah aku enggak paham koq mereka bisa mendadak akrab. Tapi ya peduli amat, bukankah itu bagus?
"Seems, there is a conspiracy between your three behind me that I don't know?" ucapku lalu menghampiri Dirga dan ia menyambutnya dengan merangkulku.
"Just same hobby, Ma Belle," jawab Francoise lalu tersenyum lebar.
"So where is the rendang? I'am dying dreaming about it," Ourson mencairkan suasana dengan kalimatnya.
"Okey, follow meeee!" sambutku dan lalu ketiganya membersihkan diri di kamar yang sudah kusediakan kemudian kami sekeluarga makan malam bersama.
---
"Here I have something for you, Ma Belle?" ucap Regi sambil memberikanku sebuah Flashdisk berwarna putih.
Kumiringkan kepala bermaksud bertanya. 'Masa Regi ngasih kerjaan disaat begini?'.