Life Of Maharani 4

Wachyudi
Chapter #8

Baby Shower

Pagi hari, sebuah Alphard HVE CVT hitam memasuki gerbang Wisma Maharani dan terparkir rapih di pelataran parkir yang tersedia. Bunda Hesty dan Yuke datang bersama Razi, Angrea, Mahalik, Bu Arunika, dan Pak Iskandar.

"Teteehhhhh ..." ujar Yuke yang berlari dari kejauhan menghampiriku dan Dirga kala menyambut mereka di pintu depan.

Angrea menatap heran pada Yuke.

Yuke lantas memeluku dengan erat.

"Kangen Teteh," ujarnya.

"Hehe ... Teteh juga kangen sama kamu," jawabku menyambut pelukannya.

"Loh enggak kangen Dirga? enggak salam dulu," tanya suamiku.

"Bosen," jawab Yuke lalu menjulurkan lidah, cukup membuatku tertawa.

"Bunda, bareng sama Bu Arunika?" tanyaku pada Bu Hesty yang lalu memelukku.

"Iya tadi Angrea nawarin mau bareng enggak, ya mau lah. Jadi enggak usah nyetir sendiri, haha" jawabnya ceria.

"Haha ... iya, baik kan dia biar galak-galak gitu," timpalku.

"Iya baik dan cantik banget kayak kamu," balas Bu Hesty sambil mencubit pipiku.

"Hehe makasih, gih pada istirahat dulu," ucapku seraya memerintahkan art untuk membawakan bawaan rombongan Bunda Hesty.

Keduanyapun kemudian masuk rumah.

"Djuriat sama Bian belum dateng?" tanya Pak Iskandar lalu kusalami ia.

"Katanya nanti sekitar jam 8, Bak. Biasalah kalo sama Vero ada telatnya, haha," jawabku yang dibalas anggukan oleh beliau. Dan lalu Pak Iskandar mengangguk.

Lalu Bu Arunika memelukku dan cipika cipiki.

"Cantiaknya anak Bundo, makin berseri dan awet muda Daniella. Persis Amamu. Jaga kesehatan, makan yang baik-baik, jaga janinmu ini, nanti Bundo buatkan ramuan lagi untuk Daniella biar janinmu ini sehat, sholat pula, berdoa agar diberikan keturunan yang sholeh, berbakti pada kedua orang tua, menjadi kebanggaan ...," ujar bu Arunika panjang lebar seperti biasa. Namun sebelum beliau melanjutkan Angrea muncul dari belakang.

"Bundo cepat lah! kalau mau ceramah nanti, lelah Rea bawa baby di perut," Angrea menghampiriku, memelukku dan cipika cipiki.

"Jangan begitu Sabai, tak sopan lah itu bundomu sendiri," ujar Razi di belakangnya.

"Razi juga langsung masuk sama Bundo! itu Mahaliknya digandeng," Angrea menatap Razi.

"Baik Sabai," jawab Razi bersalaman dengan Dirga lalu bergegas menggandeng mertua dan anaknya masuk rumah.

"Rea tuh, jangan gitu," ujarku.

"Iya Ella, tapi alah biaso lah," jawab Angrea.

"Yaudah gih pada masuk, Papa sama yang lain udah nunggu," ujarku.

"Wah ada tuan Regi," ucap Angrea.

"Sudah tua, lagian sudah bersuami juga Rea tuh jangan ganjen!" ujarku mengingat tingkah Angrea kalo ketemu Papa.

"Iya, Rea udah dewasa koq," jawabnya lebih bijak.

"Ini perut udah makin gede aja, adiknya Mahalik cowok apa cewek?" tanyaku seraya mengelus-elus perut Angrea.

"Belum Rea cek, tapi Rea yakin laki lagi," jawabnya mantap.

Jujur memang Angrea seperti punya bakat menebak kelamin janin yang masih di dalam perut. Mahardika dan Baby Theo saja, ia yang menebak dengan tepat.

"Yaudah gih pada istirahat, Ella sudah siapin cemilan buat kalian," ajakku meminta mereka semuanya masuk.

Lalu setelah barisan sapa menyapa tersebut, merekapun masuk rumah.

---

Empat mobil memasuki halaman Wisma Maharani, sebuah Pajero putih yang dari dalamnya keluar Djuriat, Bianica, Sillo, Fira, dan Tania serta Aoki. Lalu satunya Yaris hijau yang dari dalamnya keluar Ikhsan, Vero, Theo. Kemudian Madza biru yang berisi Ivory dan Andreas. Mobil satu lagi Jazz merah yang di dalamnya keluar Vior dan para 'Naughty Bunnies': Merry, Lanlan, dan Gumy.

"Maaf telat, biasa Madam, jemput sana jemput sini, pas jemput Aoki dia lagi dandan terus pas udah tinggal masuk mobil eh Aokinya datang bulan, jadi beli pembalut dulu," ujar Vero selalu menyelipkan candaan.

Daniella tertawa, selalu tidak bisa menahan kelucuan sahabatnya yang satu ini. Rombongan lainpun tertawa mendengarnya kecuali Aoki yang cemberut dijadikan bahan candaan.

"Ngaco aja tuh, kenapa sih Kak Vero tuh guyon bae?" ujar Aoki bermuka masam.

"Mau dijawab nih?" tanya Vero.

"Iya, emang apa?" Aoki bertanya balik.

"Vero dulu udah sering menangis karena sakit hati dan terdzolimi, jadi Vero paham makna pentingnya senyum dan tawa bagi setiap orang. Makanya Kak Vero memilih jadi orang humoris dan berharap bisa selalu membawa bahagia, anjay!" ujar Vero disertai senyum lebar dan gesture tangan metalhead.

Para member Spicy Sisters dan Naughty Bunnies bertepuk tangan secara serentak.

"Lagian ... hmm ada yang bilang cewek humoris itu istimewa," Vero tersenyum pada Ikhsan.

"Nah loh savage kan, kena Aoki," ujar Fira disertai senyum gigi gingsul.

"Iya Kak, duuh ... koq jadi serius, maaf deh" jawab Aoki.

Sekali lagi Vero tersenyum lebar, senyum khas Verosity sambil mengacak-acak rambut Aoki.

"Hehe ... iya santai aja koq," ujarnya dengan akrab.

"Aduuuh Kak, rambut Aoki jadi berantakan nih," ucap Aoki merasa risih.

Lihat selengkapnya