Setelah acara baby shower selesai, tamu undangan terbagi menjadi tiga: yang pulang, yang menginap, dan yang mau tidak mau harus menginap. Kategori ketiga ini adalah kelompoknya Sabugha. Sabugha menginap karena menunggu Phagetta dan Unnara. Dan Altarist—ya, Altarist, kamu harus diwawancarai olehku dulu!
"Ya, silakan duduk," ujarku mempersilakannya.
"Silakan diminum tehnya. Bukan imperial tea, itu white tea loh," aku tetap bersikap ramah sebagai tuan rumah. Sabugha dan Nindy sudah dipersilakan ke kamar tamu untuk beristirahat.
"Iya, baik Uni," jawabnya.
"Uni Ella!" ralatku.
"Iya, baik Uni Ella," ia memperbaikinya.
Altarist menyeruput tehnya, dan dari ekspresinya aku tahu kalau tehnya enak. Lalu Marvellina tiba tidak lama setelahnya.
"Lagi diapakan nih cowokku?" ujar Marvellina. Ketara sekali ia baru selesai mandi dan buru-buru menuju ke sini sampai lupa mem-blow rambutnya.
"Cuma mengobrol saja," jawabku.
"Iya, kami mengobrol saja, Baby," jawab Altarist menenangkan Ina yang agak khawatir aku akan bersikap killer. Memangnya tidak boleh?
"Uni itu galak sama anak buahnya, memang Ina tidak tahu?" ujar Marvellina pasang badan bersikap waspada.
"Lha, memang Al anak buah Uni? Kan tidak. Ina saja yang overthinking," jawabku. Entah kenapa ini berubah jadi debat adik-kakak.
"Ketara kok Uni, seperti mau sidang laporan tahunan," jawab Marvellina, yang ya... agak benar sih.
"Tidak... tidak terlalu jauh maksudnya," jawabku seraya menyilangkan tangan di dada.
Perutku berkedut. Yak! Mahardika sepertinya juga sudah siap mewawancarai calon "big uncle"-nya.
"Kalian berpacaran semenjak kapan?" tanyaku.
"Dua tahun lalu!" jawab Marvellina cepat. Aku menatap tajam pada adikku itu. "Huft..." ia balas mendengus.
"Kamu mau jawab atau mau terus diwakilkan jawabnya?" kuarahkan pandangan kepada Altarist.
"Sejak dua tahun lalu, tanggal 31 Desember 2026," jawabnya. Pamer kalau dia tipe cowok yang ingat tanggal. Marvellina menatapku dengan wajah bangga akan cowoknya.
"Oke, nembaknya bagaimana?" tanyaku. Ya, ini penting!
"Saat makan malam di Eiffel, malam tahun baru. Aku sadar kalau aku jatuh cinta pada Marvellina," jawabnya.
Waw... sok romantis caranya. Candle light dinner, Eiffel saat tahun baru, okelah.