Grup WhatsApp: VELVET QUEEN ๐
โMaharani D.: Besok Vero dijemput saja ya?
Verosity: Iya Madam, mobil dibawa Ican. Jazz-nya stand by di kantor.
Maharani D.: Ya sudah, nanti pakai mobilnya Marvellina saja, kan bakal ada belanjaan juga.
Verosity: Lha, mobil Madam mana? ๐ค
Maharani D.: Mau dibawa Dirga. Mercy-nya Dirga mau dipakai sama Bunda Hesty. Bunda dan Yuke pulang ke Bandung subuh-subuh, Ver.
@shanum: Duh, para bumil, jadi pengin deh. ๐๐
Verosity: Oh, pinjam Alphard-nya Bu Arunika saja dong, Madam.
Maharani D.: Hehe, Aamiin. Semoga Vior dan Ivory cepat dikasih debay juga. Buat apa sih, Vero?
Mahalini A.: Beuh... apa lah kau, Ver! ๐คจ๐คจ๐คจ
@shanum: Aamiin Kak, makasih doanya. ๐ฅฐ๐ฅฐ
Verosity: Boleh lah, Mah... masa Velvet belanja tidak pakai Alphard? ๐๐๐ Kan gengsi gitu...
Mahalini A.: Ngomong sendiri sama Bundo! ๐ค
Rin-chan: Aamiin Kak, makasih doanya. Semoga lancar ya sampai nanti melahirkan. ๐๐๐.
Maharani D.: Aamiin, makasih juga doanya, kalian. Duh, Vero ganjen... ya sudah nanti Ella bilang.
Mahalini A.: Boleh kok, Ella. ๐
Verosity: Huuuuu, Mamah pilih kasih! ๐ฅฒ๐ฅฒ๐ฅฒ
---
You Are Arjunaku
โIa begitu gagah dan rupawan mengenakan seragam berwarna hijau, hitam, dan cokelat tua. Ia kini sudah menjadi prajurit dengan tiga garis hitam dan satu garis merah. Ia yang berseragam lengkap dengan baret hitamnya tengah mengenakan sepatu lapangannya. Pemandangan yang selalu membuatku jatuh cinta sekaligus bangga.
โ"Sudah dicek semua? Ada yang ketinggalan?" tanyaku kala berjalan sambil dipapah oleh Francoise.
"Sudah, lengkap," jawabnya tegas.
"Masih ada," ujarku.
"Iya kah? Apa? Seharusnya sudah semua," ia tampak mengecek perlengkapannya ulang.
"Belum tiyum*," jawabku dengan bersikap manja.
โDirga tersenyum, lalu menghampiriku dan menciumku.
โ"Well, mungkin kalian butuh waktu berdua. Aku mau ambil bir dulu," ujar Francoise yang paham kalau aku ingin waktu berdua bersama Dirga. Ia lalu menuju dapur.
โAku merangkul lehernya, menciumnya lagiโsebuah French kiss tentu saja. Kami berciuman agak lama, penuh cinta.
โ"Gagah banget, aku suka. Apa itu bahasa Cirebonnya... ah, Arjuna Ireng," ujarku disertai senyum lebar padanya.
"Haha, iya ya. Kulitku memang gelap, jadi seperti papan catur kalau bareng kamu, Yank. Kamu malu ya?" tanyanya sambil tersenyum.
โKugelengkan kepalaku. "A-KU SU-KA," jawabku sambil lalu menciumnya lagi.
"Mau kasih cium Mahardika dulu?" tanyaku.
"Iya, tentu saja," jawab Dirga.
โIa lalu berlutut, wajahnya menempel pada perutku, menciuminya manja. Kuelus-elus pipinya. Oh, Dirgaku, aku sangat bahagia saat ini. Ia lalu berdiri dan menenteng tas punggungnya, berjalan sambil merangkul pinggulku. Aku mengantarkannya sampai pintu depan lalu duduk di kursi beranda. Kucium punggung tangan kanannya ketika ia mengelus kepalaku dan menciumnya. Pagi seperti inilah yang aku inginkan untuk terus ada.
โ"Berangkat ya. Assalamu'alaikum," ujarnya sambil melambaikan tangan dari dalam mobil.
"Hati-hati, segera pulang ya," ujarku. Belum apa-apa sudah merindukannya.
"Good luck, Eagle Eyes. Bonne chance pour l'avenir!" ucap Francoise yang muncul dari arah belakangku sambil melambaikan tangan tinggi-tinggi.
โYa Dirga, kaulah Arjunaku. Pemegang panah sakti yang bisa menembus hatiku. Tak ada hari di mana aku tidak bersyukur atas pertemuan kita. Doaku selalu menyertai kepergianmu dalam menjalankan tugas demi bangsa dan negara.
---
(Beberapa menit kemudian)
โ"Bonjour," ujarku pada Altarist yang sedang di beranda.
Ia berbalik, agak terkejut melihatku. "Bonjour," jawabnya membalas sapaanku.
โ"Sedang melakukan Tai-chi?" tanyaku karena memang jelas sekali ia sedang melakukannya.
"Oh bukan Uni, tapi ya serupa," ia sudah berhenti melakukan gerakan-gerakannya. Ya, anggap saja Tai-chi lah, paling Sabugha yang mengajarkan.
โ"Lima menit lagi sarapan siap, bergabunglah di meja makan," ujarku padanya.
"Baik, Uni," jawabnya sambil mengangguk sopan.
โKami semua lalu melanjutkan pagi itu dengan sarapan bersama: Aku, Regi, Francoise, Angrea, Razi, Mahalik, Bu Arunika, Pak Iskandar, Sabugha, Nindy, dan Altarist.
โ"Marvellina sama Ourson mana?" tanyaku.
"Ourson tentu saja belum bangun. Semalaman ia habiskan dua botol Vodka, haha!" jawab Francoise menjelaskan alasan ketidakhadiran Ourson.