Untuk mempersiapkan diri menghadapi kelahiran anak pertamaku ini, aku juga banyak membaca buku dan jurnal ilmiah seputar kehamilan. Jujur memang sistem kebut enam bulan karena bacaan yang kubaca sebelumnya lebih ke bidang ilmiah, mekanikal, dan teknologi. Ketika tahu aku hamil aku baru sadar kalau aku kurang asupan informasi soal ini.
Informasi mengenai kehamilan dan melahirkan lebih banyak seputar saran, tips, fakta-fakta umum yang berkaitan dengannya. Jarang bisa dapat journal penelitian ilmiah kalau sumbernya bukan dari buku. Alih-alih berpatokan pada data science malah ada yang mencampuradukkannya dengan mitos lokal.
Tapi ada sih yang aku setuju soal satu hal. Faktanya mood yang baik selama kehamilan itu bagus untuk bumil. Dan satu dari sekian cara yang bisa dilakukan adalah dengan windows shopping. Perasaan greget, bahagia, dan suasana seru bersama sahabat-sahabat saat shopping bareng itu sepertinya jadi stimulus perkembangan yang baik untuk janin.
"Wah ini lucu banget Mah, bagus deh buat dipake jalan-jalan," ujar Vero sambil mengangkat sebuah jumpsuit dengan warna biru bermotif beruang imut.
Aku sudah sedang memasukan dua stel sleepsuit berwarna violet cuma beda motif saja. Yang pertama bermotif kapal laut, yang kedua bermotif menara Eiffel.
"Iya lucu-lucu, coba liat ada gambar superheronya," ucapku sudah beralih melihat jumper.
Angrea tipe yang memilih dengan tenang. Dengan mendetail dia akan memeriksa jahitannya, tekstur bahannya, bahkan menarik-narik bajunya untuk menguji elastisitasnya. Hmm ... itu mungkin karena dia yang paling berpengalaman juga sih ya.
"Kalo newborn pilih bahan yang paling nyaman, usia awal sih baby cepat tumbuh jadi kemungkinan pakaiannya cuma bertahan paling lama dua bulan lah. Nah ini lucu nih Ella," ucapnya sambil menunjukan sebuah Overall berwarna toska.
"Ya ampun di sini lucu-lucu semua, masa Vero harus borong satu rak? juara emang toko Baby Pony," Vero sudah sedang amat antusias.
"Kalo kata Bundo di sini barang-barangnya up to date terutama pakaian. Breast pump yang pernah Rea kasih ke Vero juga belinya disini," ucap Angrea tengah membulak-balikan dua buah romper.
"Ajari kami professeur! Rea udah pengalaman," ucapku pada Angrea.
"Iiih ... ini lucu banget coba ... bagus yang mana?" tanya Vero menunjukan dua buah long romper, satu di tangan kanan satu ditangan kiri.
Aku dan Angrea sepakat menunjuk yang kanan sambil mengangguk. Lalu Vero sambil tersenyum lebar memasukan keduanya ke keranjang.
"Kenapa sih wanita kalau memilih pakaian selalu menggunakan kata 'lucu'? Ina juga begitu," tanya Altarist.
Oh iya, kami sampe lupa ada Altarist yang sudah jadi asisten membawa barang. Kami bertiga memandangnya dengan sinis, Vero lalu memberi isyarat untuk tidak usah bicara.
"Ssssttttt ..." Vero menyilangkan satu jari di depan bibir.
Altarist mengangguk, paham kalo bukan hal yang bijak mengganggu tiga bumil yang sedang happy berbelanja kebutuhan baby dengan pertanyaan random.
Khusus untuk Vero, ia sepertinya memilih berdasarkan visual look, Vero suka-Vero bawa. Ya ... butuh tidak butuh pokoknya tetap terkategori kebutuhan.
"Waaah tiga set murah banget cuma Rp265.310,-," ujar Vero mengangkat banned mukena bayi untuk umur satu tahun.
"Emang bayi udah bisa sholat? terus kenapa harus tiga set?" tanyaku heran dengan pilihannya.
"Ini kalo satuan Rp 100.000 Ella, kalo tiga kan lebih murah," ujarnya memasukan mukena bayi itu ke keranjangnya.
"Iya cuma kan paling dipake buat photoshoot. Ella enggak mau bayarin yang itu ah" ucapku.
"Dieh...koq gitu..." Jawabnya mengeluarkan lagi mukenanya.
"Ke bagian suplemen dulu yuk" ajakku.
"Ayuuuukkkk..." Sambut Vero happy.
"Kuat enggak?" tanya Angrea pada Altarist yang sudah sedang menenteng tiga keranjang full pakaian anak.
"Kuat, ditambah 10 lagi sambil sprint ke Surabaya juga kuat," jawabnya sok-sokan.
Kamipun beranjak menuju bagian suplemen.
"DHA itu penting, harus yang the best aja" saranku pada keduanya.
"Sisanya kayak kalsium, collagen, penunjang imun juga penting. Ella udah banyak baca dan kesimpulannya fokus ke DHA," kubanggakan hipotesisku sambil mengangkat satu produk.
"Weeew ginian aja 2.7 jeti jebol ... jebol ..." ucap Vero lalu memonyongkan bibirnya.
"Itu bentuknya softgel, gimana cara ngasihnya ke baby Ella?" tanya Angrea lebih seperti mengkritisi pilihanku.
"Eh iya ya ..." kulihat kemasannya lagi, astaga salah, terlalu fokus membaca kandungan di dalamnya sampe lupa melihat jenis produknya.
"Mending yang guttae aja, ini misal," Angrea menyarankan dua buah produk padaku.
Oh my rupanya pengalaman punya sisi kuatnya sendiri ya. Angrea paham hal yang tidak kupahami padahal aku yakin sudah banyak belajar soal ini.
"Professeur! ajari aku, kayaknya mending dengerin sarannya Rea deh," ucapku yang sudahlh mengakui kepiawai
Angrea tersenyum, ia tampak senang bisa berjasa padaku.
"Ok yaudah, ini udah, apa lagi madam?" Tanya Vero celingukan.
"Peralatan mandi, makan, box baby, stroller, gendongan baby" kusebutkan shoppinglistku.
"Mau langsung dibeli semua?" tanya Angrea.
"Iya Mah, apa gimana?" Jawabku yang jadi ragu.
"Ya kalo saran Rea sih, mending liat perkembangan anaknya dulu, ada item-item yang harus menyesuaikan sama perkembangan babynya. Kayak misal, peralatan mandi, atau baby carrier. Biar aman baby carrier beli aja dulu baby wrap," Angrea menjelaskan.
Aku tersenyum tertegun memandang sahabatku itu, Ia menyadarinya.
"Kenapa Ella?" tanyanya sambil tersenyum balik.
"Enggak apa-apa, udah berapa tahun semenjak pertama main sama Mamah, Mamah udah jadi seorang ibu yang baik, Ella haru loh mah," jawabku seraya memegangi kedua bahunya.
Angrea tersenyum, agak tersipu malu.
"Iya ya, Angrea si paling cantik yang kuat dan galak udah berubah jadi sosok mamah juara," timpal Vero yang juga tersenyum tulus.
"Ya Rea udah punya Mahalik, bentar lagi bakal lahiran adiknya Mahalik," jawab Angrea, senyumnya cantik dan manis sekali.