Life Of Maharani 4

Wachyudi
Chapter #23

We are still teenagers in our mind!

Kami berlima tengah berada di kamarku. Vior dan Vero akhirnya memutuskan menginap, yeah it's Velvet pajamas party!

Angrea berpegangan tangan dengan Vior, sementara Vero merangkul Ivory. Aku membuka laptopku dan mengarahkan mini proyektornya ke tembok. Para Baby Mahardika dan Zamaruda sudah sedang tertidur di boks bayi masing-masing yang dibawa kesini. Akupun mencoba menghubungi Mirriam via VC.

"Tuuutt tttuutt ttuttt

Tidak diangkat!

Kutatap para Velvet, mereka semua lalu mengangguk, kutelepon lagi.

"Tuuutttt tuu ... klek!" teleponnya diangkat! dan lalu terlihatlah sosok Mirriam di layar. Rambutnya kini sudah memanjang dan diwarnai shiny gold.

"Hi! hallo mooii Daniella, Hoe gaat het met je?" ujarnya.

"Aku sehat, masih bisa berbahasa Indonesia?" tanyaku.

"Ya tentu, hey kamu bersama para Pink Velvet, Halloo girls," sapa Mirriam pada para Velvetku.

"Hiii Mirriiaam!!!" Balas Velvetku menyapanya bersamaan.

"Oh hei Mirriam sebenarnya kami penasaran tentang sesuatu," ucapku yang tidak mau lebih lama berbasa-basi.

"Hmm okey, I know ... why BI disbanded, benar kan?" tebakannya tepat sasaran.

"Yepz," Vero nyeletuk sambul mengangguk tegas.

Ivory dan Vior juga mengangguk, Angrea mengambil setoples kacang koro milik Dirga lalu memakannya.

"And shall we hear that?" tanyaku dengan sedikit ragu.

"Of course Daniella. Aku mulai dari mana ya? Oh dari pertunangan putri negeri dongeng kita, Maria bertunangan dengan seorang pangeran dari Swiss!" ujar Mirriam yang terdengar antusias.

Sampai titik ini aku kaget, lho bukannya Maria itu pacaran sama Jo'? Ya aku tahu sih mereka itu affair sana affair sini. Tapi kalo Maria sampai menikah artinya dia benar-benar putus dengan Jo' bukan?

"Sorry, itu berarti Jo' ..." aku tidak merasa perlu melanjutkan kalimatku.

"Yupz! mereka putus," jawab Mirriam dengan sebuah senyuman puas di wajah manisnya.

"Okey," ucap kami bersamaan.

"Saat itu memang sulit bagi BI, itu terjadi setelah kami memperoleh penghargaan di dunia Internasional. Tentu saja kami sedang sibuk-sibuknya dan Jo' kalut. Project-project kami terhambat karena hal ini dan sedikit demi sedikit Jo' tenggelam kedalam nestapa. Iapun berhenti menyokong BI yang mulai merenggang. Dan voila waktu akhirnya memaksa kami untuk berpisah. Well at least mimpi Jo' untuk masuk dan menjadi nomor satu dunia sudah pernah tercapai. Aku, Sakura, dan Edith akhirnya meniti karir masing-masing, masih di dunia entertainment. Ya pengecualian untuk Maria yang sudah sibuk sebagai anggota kerajaan. Sebenarnya Sakura juga bisa saja kembali ke keluarganya di Jepang dan hidup sebagai konglomerat keluarga Ayase. Tapi ya ... Sakura lebih memilih 'berkeliling dunia' daripada jadi putri dalam istana," balas Mirriam lalu berhenti sejenak untuk mengambil nafas.

"Edith pindah ke USA dan sudah memulai debutnya sebagai seorang rapper solo. Dan aku masih menyanyi untuk GLAM entertainment serta mulai main film, nonton ya seriesku 'The summer kantata' di Netclick. Aku berduet dengan aktor tampan Ethan Elgizouli," Mirriam mengucapkannya dengan senang.

Aku tersenyum saja ikut senang mengetahui ia kini sudah mulai berkarir di dunia akting. Vero menatap Angrea sambil menaikan alis dan tersenyum rapat. Aku bisa merasakan Vior dan Ivory memasang wajah tidak habis pikir.

"And you know, what's the headline, not officially annouced but, remember that I always say that 'your Mirriam gonna win the match'?" Mirriam membrainstroomingku tapi aku sepertinya langsung paham. Headline, annouced, statemennya ini harusnya merujuk pada satu hal.

"Eum may I?" tanyaku.

"Please," jawab Mirriam.

"Oh my ... masa sih?" Vero sepertinya juga paham.

"You and Jonathan gonna ... married? Finally," tanyaku menyampaikan deduksiku yang cukup berani.

"I will answer like you do ... eum hmmm ..." Mirriam menirukan gayaku, 'iya nya' Daniella.

"Whaaat seriously? kamu enggak lagi bercanda kan?" aku tetap masih tidak percaya.

"That's true," jawabnya kala dengan tulus tersenyum.

Ia lalu mengarahkan kameranya ke ranjangnya, dan disanalah Jonathan tengah terlelap. Mirriam juga menunjukan jari manisnya yang kini sudah dihiasi sebuah cincin berlian yang cantik. Senyumnya begitu manis, senyum terindah yang pernah Mirriam tunjukan.

Vero membuka mulutnya tanpa suara, kaget juga rupanya ia. Angrea tersenyum padaku, ia tahu kalau aku senang mendengarnya. Vior menutup mulutnya dengan telapak tangannya, ia juga pasti kaget. Ivory tersenyum manis sambil menyandarkan kepala ke bahu Vero.

"I'am so glad to hear that Mirriam," ujarku sambil sedikit meneteskan air mata, terharu akhirnya bintangku memperoleh cintanya.

"Pesta pernikahannya mau aku gelar di Bali lho, dan kalian semua harus datang. Masih empat bulan lagi sih. Undangannya akan aku kirimkan ke emailmu Daniella," ujarnya dengan amat antusias.

"Okey, semoga kami semua bisa hadir," jawabku.

"You all should be there!" ucap Mirriam seraya tersenyum.

Ia terlihat begitu cantik dalam kebahagiaannya. Akupun ikut bahagia melihatmu saat ini wahai bintangku. Yeah 'Mirriam gonna win the match'.

---

"Putusnya kenapa ya? apa ketahuan gitu Jo' main gila?" Vero mulai bergossip. Raut wajahnya ketika bergosip itu khas banget, serius dan amat memancing tanggapan.

"Ada kemungkinan lain?" tanya Angrea yang juga senang bergosip seperti ini.

"Tapi Vior masih kaget, Kak," Vior akhirnya tertarik untuk join.

"Kalo kata Vero sih ya, Jo' kepergok lagi kimpoi sama Mirriam. Kebayang kan kagetnya?!" Vero semakin memanaskan suasana obrolan.

Aku melirik sebentar ke arah Vero, hampir latah mau bilang 'iya aku juga pernah mergokin mereka dan itu super kaget', tapi ya enggak usahalah, biar jadi rahasiaku aja.

"Kakak tuh bikin kesimpulan sendiri, benar enggak!" ptotes Ivory diiringi raut wajah tidak enak hati meski nyatanya pembicaraan kami ini tidak akan sampai pada yang digosipkan.

"Ya apa lagi coba ...? orang waktu makan malem sama orang tuanya yang enggak suka nasi tuh, Jo' diterima aja, kenapa sekarang malah ditinggal nikah?" Vero berargumen lewat kalimatnya.

Lihat selengkapnya