Kami berlima tengah berada di kamarku. Vior dan Vero akhirnya memutuskan menginap, yeah it's Velvet pajamas party!
Angrea berpegangan tangan dengan Vior, sementara Vero merangkul Ivory. Aku membuka laptopku dan mengarahkan mini proyektornya ke tembok. Para baby, Mahardika dan Zamaruda, sudah sedang tertidur di boks bayi masing-masing yang dibawa ke sini. Aku pun mencoba menghubungi Mirriam via video call.
"Tuuutt tttuutt ttuttt,"
Tidak diangkat! Kutatap para Velvet, mereka semua lalu mengangguk, kutelepon lagi.
"Tuuutttt tuu... klek!" Teleponnya diangkat! Dan lalu terlihatlah sosok Mirriam di layar. Rambutnya kini sudah memanjang dan diwarnai shiny gold.
"Hi! Hallo mooii Daniella, Hoe gaat het met je?" ujarnya.
"Aku sehat, masih bisa berbahasa Indonesia?" tanyaku.
"Ya tentu, hey kamu bersama para Pink Velvet, halloo girls," sapa Mirriam pada para Velvet-ku.
"Hiii Mirriiaam!!!" balas Velvet-ku menyapanya bersamaan.
"Oh hei Mirriam, sebenarnya kami penasaran tentang sesuatu," ucapku yang tidak mau lebih lama berbasa-basi.
"Hmm okey, I know... why BI disbanded, benar kan?" tebakannya tepat sasaran.
"Yepz," Vero nyeletuk sambil mengangguk tegas. Ivory dan Vior juga mengangguk, Angrea mengambil setoples kacang koro milik Dirga lalu memakannya.
"And shall we hear that?" tanyaku dengan sedikit ragu.
"Tentu, Daniella. Aku mulai dari mana ya? Oh dari pertunangan putri negeri dongeng kita, Maria bertunangan dengan seorang pangeran dari Swiss!" ujar Mirriam yang terdengar antusias.
Sampai titik ini aku kaget, lho bukannya Maria itu pacaran sama Jo'? Ya aku tahu sih mereka itu affair sana-sini. Tapi kalau Maria sampai menikah artinya dia benar-benar putus dengan Jo', bukan?
"Sorry, itu berarti Jo'..." aku tidak merasa perlu melanjutkan kalimatku.
"Yupz! Mereka putus," jawab Mirriam dengan sebuah senyuman puas di wajah manisnya.
"Saat itu memang sulit bagi BI, itu terjadi setelah kami memperoleh penghargaan di dunia internasional. Tentu saja kami sedang sibuk-sibuknya dan Jo' kalut. Proyek-proyek kami terhambat karena hal ini dan sedikit demi sedikit Jo' tenggelam ke dalam nestapa. Ia pun berhenti menyokong BI yang mulai merenggang. Dan voila, waktu akhirnya memaksa kami untuk berpisah. Well at least mimpi Jo' untuk masuk dan menjadi nomor satu dunia sudah pernah tercapai. Aku, Sakura, dan Edith akhirnya meniti karier masing-masing, masih di dunia entertainment. Ya pengecualian untuk Maria yang sudah sibuk sebagai anggota kerajaan. Sebenarnya Sakura juga bisa saja kembali ke keluarganya di Jepang dan hidup sebagai konglomerat keluarga Ayase. Tapi ya... Sakura lebih memilih 'berkeliling dunia' daripada jadi putri dalam istana," balas Mirriam lalu berhenti sejenak untuk mengambil napas.
"Edith pindah ke USA dan sudah memulai debutnya sebagai seorang rapper solo. Dan aku masih menyanyi untuk GLAM Entertainment serta mulai main film, nonton ya series-ku 'The Summer Kantata' di Netclick. Aku berduet dengan aktor tampan Ethan Elgizouli," Mirriam mengucapkannya dengan senang.
Aku tersenyum saja ikut senang mengetahui ia kini sudah mulai berkarier di dunia akting. Vero menatap Angrea sambil menaikkan alis dan tersenyum rapat. Aku bisa merasakan Vior dan Ivory memasang wajah tidak habis pikir.
"And you tahu, apa headline-nya? Tidak diumumkan secara resmi tapi, ingat kan aku selalu bilang 'your Mirriam gonna win the match'?" Mirriam melakukan brainstorming padaku tapi aku sepertinya langsung paham. Headline, announced, pernyataannya ini harusnya merujuk pada satu hal.
"Eum, bolehkah aku menebak?" tanyaku.
"Please," jawab Mirriam.
"Oh my... masa sih?" Vero sepertinya juga paham.
"You and Jonathan gonna have... Married? At least?" tanyaku menyampaikan deduksiku yang cukup berani.
"Aku akan menjawab seperti caramu... eum hmmm..." Mirriam menirukan gayaku, cara "iyanya" Daniella.
"Whaaat seriously? Kamu enggak lagi bercanda kan?" aku tetap masih tidak percaya.
"Itu benar," jawabnya kala dengan tulus tersenyum.
Ia lalu mengarahkan kameranya ke ranjangnya, dan di sanalah Jonathan tengah terlelap. Mirriam juga menunjukkan jari manisnya yang kini sudah dihiasi sebuah cincin berlian yang cantik. Senyumnya begitu manis, senyum terindah yang pernah Mirriam tunjukkan.
Vero membuka mulutnya tanpa suara, kaget juga rupanya ia. Angrea tersenyum padaku, ia tahu kalau aku senang mendengarnya. Vior menutup mulutnya dengan telapak tangan, ia juga pasti kaget. Ivory tersenyum manis sambil menyandarkan kepala ke bahu Vero.
"Aku sangat senang mendengarnya, Mirriam," ujarku sambil sedikit meneteskan air mata, terharu akhirnya bintangku memperoleh cintanya.
"Pesta pernikahannya mau aku gelar di Bali lho, dan kalian semua harus datang. Masih empat bulan lagi sih. Undangannya akan aku kirimkan ke email-mu, Daniella," ujarnya dengan amat antusias.
"Okey, semoga kami semua bisa hadir," jawabku.
"Kalian semua harus ada di sana!" ucap Mirriam seraya tersenyum.
Ia terlihat begitu cantik dalam kebahagiaannya. Aku pun ikut bahagia melihatnya. Yeah 'Mirriam gonna win the match'.
"Putusnya kenapa ya? Apa ketahuan gitu Jo' main gila?" Vero mulai bergosip. Raut wajahnya ketika bergosip itu khas banget, serius dan amat memancing tanggapan.
"Ada kemungkinan lain?" tanya Angrea yang juga senang bergosip seperti ini.
"Tapi Vior masih kaget, Kak," Vior akhirnya tertarik untuk bergabung. Ia memang lebih sering menjadi silent audiens saat kami bergosip. Maka dari itu, respon yang agak kuat darinya adalah hal langka.
"Kalau kata Vero sih ya, Jo' kepergok sama Maria pas lagi 'main' sama Mirriam. Kebayang kan kagetnya?!" Vero semakin memanaskan suasana obrolan.
Aku melirik sebentar ke arah Vero, hampir saja keceplosan mau bilang kalau aku juga pernah memergoki mereka, dan yap itu bikin syok! 0tapi biarlah itu jadi rahasiaku saja.