Suasananya terasa begitu tebal, khidmat, dan dalam. Ketiga keluarga inti duduk dalam formasi melingkar di ruang tengah yang seluas 12x10 meter. Om Gun tengah memimpin syukuran ini, beliau membacakan doa serta sajak-sajak warisan turun temurun yang isinya tentang berbagai nasihat dan doa juga dalam balutan adat istiadat. Daniella, Dirga, serta Mahardika duduk berhadapan dengan Om Gala dan Anteu Vira.
Prosesi ini memang hanya dilakukan pada keturunan dari keluarga Maharani, dalam hal ini anak dari para wanita Maharani. Karena dalam sistem ketiga keluarga Mahaseroja, wanitalah yang jadi penerus garis keturunan langsung. Begitupula tanda lahir keluarga diturunkan melalui garis keturunan wanita. Pada akhir prosesi adat Om Gun membacakan sebuah legenda turun temurun dari keluarga Mahaseroja.
"Tersebutlah sebuah kisah di jaman dahulu, kala nusantara belumlah seperti sekarang. Tanah ini belumlah bersatu dalam satu nama. Hiduplah dua pendekar besar ternama, Hyang Zuma dan Dewi Tarina. Keduanya beradu kesaktian, keduanya bersaing untuk menjadi yang paling hebat hingga namanya termahsyur dan berkumpul lah para murid dari masing-masing pihak. Hingga pada satu titik Sang Maha Kuasa berkehendak lain, keduanya disatukan dalam mahligai pernikahan suci dan melupakan persaingan lama. Para murid yang terkumpul dari berbagai pelosok nagari itupun disatukan dalam satu nagari yang lalu disebut Zumaterra, berasal dari dua nama pendekar sakti tersebut. Keduanya memiliki seorang putra bernama Zamaruda Patsai,"
Angrea memeluk anaknya sambil tersenyum. Bu Arunika mengelus-alus pundak Angrea, berbagi kebahagiaan yang sama.
"Zamaruda Patsai kemudian menjadi perwakilan kedua orang tuanya melindungi Zumaterra dari pihak-pihak penjajah yang hendak menguasai nagari. Berbagai tantangan datang silih berganti menguji kesaktian dan kemampuan Zamaruda Patsai. Selayaknya pendekar termahsyur, ia selalu bisa melewati ujian dengan gemilang. Zamaruda Patsai kemudian bertemu jodohnya dan menikah lalu keduanya dikaruniai tiga anak yang luar biasa. Anak tertua, Mahaseroja Maharani, yang dikaruniai kecerdasan dan kemapanan dari pangeran Zuma. Mahaseroja Mahalini, anak kedua yang dikaruniai kekuatan dan ketangkasan dari dewi Tarina, dan Mahaseroja Mahandaru, anak ketiga yang dikaruniai ketekunan dan keuletan dari keduanya. Kedua adik Mahaseroja mengikat janji keluarga untuk selalu mematuhi Maharani sebagai kakak tertua sesuai pesan dari Abaknya. Janji sakral yang tertuang dalam garis keluarga yang akan diturunkan secara turun temurun. Garis keturunan ketiganya terus berlanjut hingga kita semua ini," Om Gun mengakhiri kisahnya.
Selama Om Gun bercerita semuanya menyimak dengan khidmat terutama Dirga. Ia tampak terhanyut dalam kisah legenda keluarga Mahaseroja dengan baik.
Acara intipun selesai dengan dibacakannya doa penutup.
---
Di sela-sela acara keluarga setelah acara inti.
"Interested with the story young man? Kamu terlihat 'tenggelam' ke dalamnya," tanya Regi pada Dirga di sela-sela acara makan-makan.
"Ah yes Sir, kisah yang amat menarik, namun sepertinya hanya bagi kalangan keluarga besarnya Daniella saja. Kisah ini baru bagiku," jawab Dirga.
"Yep, sebagai sesama 'orang luar' aku akan memberimu saran. Cintai saja wanitamu sepenuh hati tanpa perlu banyak bertanya. Selama ia setia padamu, memberikan hati dan jiwanya padamu. Tidak perlu memusingkan misteri yang menyelimutinya," ujar Regi.
"That's right, Sir! selama cintanya milik kita tak perlu berpusing ria," Dirga mengangguk-angguk setuju.
"And her hips move for you haha," ujar Regi bermaksud bercanda sambil menepuk-nepuk pundak menantunya itu.
"Haha, iya, Sir," Dirga ikut tertawa agar sopan, dalam pikirnya 'anak dan bapak mirip'.
---
Sillo, Tania, Fira, dan Aoki serta Merry, Lanlan, dan Gumy sudah sedang duduk di Gazebo menikmati cemilan yang mereka bawa. Tim Hyper tengah bersiap untuk foto-foto menunggu para Velvet.
"Kalo diundang sama Kak Daniella tuh pasti masakannya enak-enak," ujar Sillo.
"Makan aja, gendut loh nanti," protes Tania.
"Enggak apa-apa kali, Kak, kan jarang juga bisa makan enak, kalo sehari-hari kita-kita kan harus diet ketat terus jeh!" ucap Lanlan.
"Iya, Kak. Sesekali self reward kayaknya aman-aman aja" timpal Gumy.
"Tuh kan, Tania tuh rewel!" protes Sillo.
"Ibu Ratu Gumiwang Kencana, kamu enggak tahu aja kalo Sillo enggak di rem, cemilan satu truk juga dia habisin," Tania masih mempertahankan pendapatnya.
"Merry jadi inget bengien Cici tiap pulang sekolah pasti nyari cemilan, soalnya kalo di sekolah dilarang nyemil manis sama kalori tinggi sama, Kak Rin," ujar Merry.
"Jadi judule aji mumpung kih Kak Daniella yang nyediain gitu ya, Mer?" ucap Lanlan, sambil memakan setoples edible gems stonenya.
"Tapi kak Daniella, Angrea, sama Vero hebat koq menurut Gumy, badannya tetep langsing meski udah punya anak," Gumy ikut menyambung pendapat.
"Eh by the way ini boleh dicoba enggak ya?" Fira mengangkat sebotol Lambrusco.
"Lho Sayang penasaran?" ujar Aoki.
Fira mangkat bahu, menunjukan senyum gingsulnya sambil menggeleng.
"Ini Bian mana sih?" Sillo tampak mencari-cari.
"Lagi narik cowoknya, masih di dalem. Mau dikenalin ke kita-kita katanya," jawab Fira lalu menggandeng tangan Aoki erat menempel ke dadanya.
"Hadeeeh yang baru jadian, mana nanti Bian bawa cowoknya!" gumam Tania berwajah cemberut.
Tidak lama Bian datang bersama Rasyafa.
"Halo guys, pada nungguin kah?" Bian tersenyum manis, ia juga menggandeng Rasyafa dengan erat.