Life Of Maharani 4

Wachyudi
Chapter #28

Different Generation, Different Concept

Kami para Hypers tengah duduk di ruang tamu Wisma Maharani. Aku, Ivory, Vior, Bian, Tania, Fira, Sillo, Merry, Lanlan, Gumi, dan Aoki. Marvellina juga ada disini hanya sedang mengerjakan sesuatu di basement bersama cowoknya. Ya katanya sih sedang mengerjakan sesuatu, tapi cuma berdua, kayak kita enggak paham aja.

Kami tengah menikmati suguhan dan mengobrol santai, menghibur mahmud Ella dan baby cute Mahardika. Teman-temannya dan istri uniknya Mas Sabugha juga datang jadi suasananya cukup ramai.

"Lho jadi Kak Daniella tuh beda lima tahun sama Bang Dirga?" tanya Aoki.

"Iya betul, aku sekarang 28, Dirga 33," jawab Madam. Ia tersenyum happy kala menggendong babynya.

"Berarti waktu nikah umur 23 dong?" Aoki lanjut tanya.

"Iya, waktu itu selang setahun aja setelah lulus kuliah," jawab Madam yang praktis-praktis aja.

"Mau bilang 'kenapa enggak kerja dulu?' kalo Kak Daniella sih malah buka lapangan kerjaan," Fira ikut nimbrung masuk ke obrolan.

"Ya kami sudah cocok, yaudah, dia juga cukup mapan," ujar Madam sambil gemesh mengusap-usap kening Mahardika.

Aoki bergidig.

"Kamu kenapa Aoki?" tanya Vero sama tuh bocah.

"Enggak apa-apa. Yaaa ... kenapa enggak nyari yang seumuran aja gitu?" tanya Aoki membeberkan isi pikirannya.

"Aku cocoknya yang lebih dewasa kan, pikirannya udah jauh lebih matang, sadar diri aja sih. Aku isi otaknya beda sama seusiaku," jawab Madam.

"Emang kalo seumuran gimana?" tanya Tania.

Bian, Sillo, dan para Bunnies sedang sibuk 'ngegayem' cemilan.

"Aku tuh dewasa lebih dulu sih Sayang. Ya sebut aja di umur 15, isi otakku udah mikirin bisa buka lapangan kerjaan apa aja nih? RAGE Indonesia mau diarahkan kemana nih? Mikir memperluas Le Viral id, gitu," ujar Madam seraya mengangguk-angguk.

"Paling cetek dia mikir 'bikin girlband ah' buat happy-happy, terus sampe jadi Hyper label, sampai kalian pada cuan kerja di dalamnya!" ucap Vero menegaskan. Vero paham koq maksud Madam kemana.

Madam mengangguk setuju.

"Tapi tuh nikahnya koq beda jauh ya," lha ... si Aoki masih belum masuk konsepnya.

"Emang kenapa sih Aoki? Velvet tuh suaminya lebih tua semua koq, paling deket nih ya Ivory dua tahun, Vero empat tahun, Ella lima tahun, Vior delapan tahun, Angrea sepuluh tahun," Vero coba jelasin detailnya.

"Haaah ... Kak Angrea sama Bang Razi tuh beda 10 tahun?!" Aoki pasang wajah sangad* terkejut!

"Iya, emang Aoki kenapa? Kan kita-kita oke-oke aja," Vior menatap Aoki dengan penasaran.

"Euum kakak enggak merasa kayak dinikahin om-om gitu?" tanya Aoki akhirnya open issue.

"Ooooowwwhh ... haha ... Vero kirain apa, ya enggak lah, konyol kamu!" jawab Vero campur tertawa.

"Ini tuh kamu kebanyakan nonton bokep loli jadi otaknya rusuh!!" lanjut Vero.

"Aaahh, enggak Kak!" bantah Aoki.

"Awas tuh Fira, punya fetish aneh jangan-jangan dia!" Vero masih nyerang Aoki dong.

"Uuhuuuk ..." Ivory terbatuk ketika minum, mendadak merasa canggung, lha dia yang kena.

"Iihhh Kakak!" Fira terkaget lalu memandang Aoki.

"Kak Veroo tuh!" Vior menegur Vero.

"Lain Angrea lain lagi Bian nikah. Tahu enggak dia beda 10 tahun juga sama Rasya," Daniella tersenyum lebar menatap Aoki. Madam pasti ngerasa geli lihat Vero guyonin junior.

"Whaaaaat?" Ujar Aoki yang latah memandang Bian.

Bianica tersenyum mengangguk-angguk sambil menjilat bibir atasnya, mengiyakan.

Aoki mengacak-acak rambutnya sendiri, Fira menepuk-nepuk lengan Aoki.

---

"Vero mau karokean ah!" ujar Vero padaku.

"Yaudah, biasa, di ruang rekreasi, coba fitur baru IVO, bisa gabungin vidio sama live kita Ver, jadi misal mau seakan-akan kita lagi duet sama Mirriam nih, bisa, dan sudah realistic definition," ujarku pamer sedikit.

"Wiiih keren Madam, jadi nanti layar displayanya munculin kita yang kayak lagi berinteraksi duet bareng sama penyanyi yang kita mau, dan itu kayak beneran?" tanya Vero.

"Betul, tinggal pilih aja, ulik sendiri lah, fasilitas entertainment Ella set publik koq," jawabku.

"Ok cuzzz, Vior! Rin! mau ikut enggak? Kamu! Ulala mau ikut karokean enggak?" Vero mengajak Vior, Ivory dan Unnara.

"Wah enggak sopan salah nyebut nama, sakral itu," balas Unnara sambil monyong-monyong.

"Ah mending bagus namanya, ayo mau ikut enggak karokean?" Ajak Vero lagi.

"Ih keren dong Unnara Bayuana Vilizerta, gitu," ujar Unnara berbangga diri.

Vero mengangkat alis, sambil bibir bawahnya memble. Wajahnya menyiratkan 'hmm okelah'.

"Vior sama Ivory mau disini dulu Kak, seru nih bahasannya Pak Ustadz," jawab Vior.

"Yaelah, Rin juga? okelah" ujar Vero.

"Eh bentar, Utami kayaknya mau juga, Nara panggil dulu" lalu si Unnarapun beranjak memanggil Utami.

Sejenak kemudian mereka tiba.

"Opo sih tarik-tarik Utami? Wong lagi nyari cemilan," ujar Utami kesal sambil digandeng Unnara.

Utami tampak memegang mangkuk kecil berisi bunga melati dan pucuk kenanga.

Lihat selengkapnya