Life Of Maharani 4

Wachyudi
Chapter #30

Double To Triple

​Marvellina menenteng tasnya lalu menghampiri Altarist yang sudah menunggu di beranda depan. Di samping Altarist juga ada Rasyafa dan Bianica yang tampak hendak bepergian juga.

​"Oke yuk, I'm ready on board!" ucap Marvellina.

​"You look gorgeous, Baby," Altarist memuji Marvellina tepat ketika gadis tersebut berdiri di hadapannya.

​"Thank you, I should be gorgeous to dare be your girlfriend," jawab Marvellina sambil tersenyum amat manis.

​"Senang lihat Ina udah menemukan cowok yang bisa melihat keistimewaannya," ujar Bianica dengan tulus.

​"Oke yuk!" timpal Marvellina lalu menggandeng tangan Altarist.

​"Eits, mau pada kemana nih?" tiba-tiba Daniella muncul menghampiri kedua pasang kekasih tersebut.

​"On dating-lah. Baru kali ini loh Ina bisa double date bersama Bian," jawab Marvellina disertai tatapan lurus kepada kakak kandungnya itu.

​"Okeeey, ngedate kemana? Enggak ke vila-villa kosong di atas, kan?" tanya Daniella seraya menyilangkan tangan di depan dada.

​"Iih Uni, udah deh kita tuh udah dewasa semua. Lagian mau nonton sama dinner aja!" bantah Marvellina dengan lugas.

​"Iya, Uni tuh, masa enggak percaya sama Bian?" ujar Bianica.

​"Justru itu ... Spicy Sisters paling badung ya kamu!" jawab Daniella sambil mencubit gemash pipi Bianica.

​"Aaawww awwww ... Uni tuh, paling kemakan laporannya Kak Rin," balas Bianica memegangi tangan Daniella yang sedang mencubit pipinya.

​"Oke, jam 10 sudah sampai rumah ya!" ujar Daniella dibarengi dengan memberi aturan.

​Marvellina dan Bianica saling memandang.

​"Okeeey!" jawab keduanya dengan serentak sambil tersenyum lebar menoleh kembali pada Daniella.

---

​"Rasya aja yang nyetir, Bang, enggak apa-apa!" ujar Rasyafa.

​"Enggak apa-apa Al aja, kan pakai mobilnya Ina. Enggak sopan masa Akang yang nyetir," timpal Altarist bersikukuh.

​"Abang kan katanya baru aja datang tadi pagi habis perjalanan, barangkali lelah. Rasya aja enggak apa-apa," kembali Rasyafa menawarkan diri.

​"Ah enggak kok, kayaknya enggak enak minta Akang yang tamu untuk nyetir," jawab Al masih berusaha meyakinkan Rasyafa. Keduanya terjebak saling rebut menawarkan diri untuk menyupiri.

​"Hihiihi ..." tawa Bianica dibarengi sebuah gesture menutupi mulutnya.

​Di belakangnya, Marvellina memeluknya dengan kedua tangannya menyilang ke pinggang.

​Rasyafa dan Altarist menoleh pada pasangannya masing-masing dengan wajah keheranan.

​"Huhuu enggak apa-apa terusin aja, kami suka kok lihat kalian berebut tampil gentleman seperti itu di hadapan kami ... jadi makin cinta!" ucap Marvellina diiringi anggukan dari Bianica.

​Altarist mengangkat alisnya tersenyum, sementara Rasyafa menggelengkan kepala tersenyum juga.

---

​(Di lobi sebuah bioskop)

​"Woow, Bianica dari Spicy Sisters looh, minta foto boleh enggak ya?" bisik seorang anak cewek pada teman-temannya.

​"Wah, lagi ada perform Spicy Sisters ya? Lihat, ada Bianica!" seorang cowok berambut afro yang sedang mengantre tiket di barisan sebelah seraya berbisik pada cewek di sebelahnya sambil agak membungkuk.

​"Iya ya, Yang, mau foto ruh," timpal si cewek.

​"Kak Bian ya? Boleh minta foto dan tanda tangannya, Kak?! Aku fans setia Spicy Sisters lho, Kak!" seorang anak cewek lain mendekat dan menyodorkan bajunya serta sebuah spidol yang masih terbungkus baru.

​Bian tersenyum lalu mengambil spidolnya dan menandatangani baju si anak cewek. Tiba-tiba si anak cewek menyodorkan juga bajunya ke Marvellina.

​"Eh, gimana maksudnya?" tanya Marvellina yang agak bingung.

​"Kakak juga dong, please," jawab si anak cewek.

​Marvellina mau tak mau meladeni permintaan anak tersebut. Lalu berlanjut mereka berfoto bersama.

​"Makasih, Kak, makasih! Aku bakal dukung Spicy Sisters terus, bon courage!!!" ujar si anak seraya melambaikan tangan lalu pergi keluar area bioskop.

​Hal tersebut berlangsung hingga beberapa orang yang juga meminta hal serupa. Bianica cukup piawai meladeni permintaan jumpa fans dadakan ini. Namun, setelah beberapa orang yang diladeni, Rasyafa meminta pihak keamanan bioskop untuk turun tangan dan mengatur privasi bagi mereka berempat.

​"Adiak tiap keluar seperti ini?" tanya Rasyafa.

​"Enggak juga, Uda. Ini Adiak enggak nutupin wajah sajo!" jawab Bianica.

​"Ina juga sama? Memang Ina juga dulu ikut girlband?" tanya Altarist yang agak penasaran.

​Marvellina menjawabnya dengan menggeleng cepat.

​"Enggak kok, Ina enggak hobi nyanyi atau menari seperti Uni. Ina juga enggak paham kenapa tadi diminta tanda tangan dan foto," jawab Marvellina.

​"Kamu cantik soalnya, Ina," ujar Bianica seraya menggandeng manja pada tangan kanan Marvellina.

​"Awww uh, biasa aja kok, enggak secantik Bian," jawab Marvellina.

​"Lho, bener kok. Nih ... Uda, Ina cantik enggak, Da?" tanya Bian pada Rasya.

​"Tentu saja, Nona Marvellina Maharani sangat cantik!" jawab Rasya dengan lempeng.

Lihat selengkapnya