Beberapa karyawan Le Viral.id ada yang meminta izin untuk pulang sebelum acara malam hari setelah pembagian bingkisan aqiqah. Ya aku tidak memaksa sih, toh ini sudah lewat jam kerja mereka.
"Kami pulang dulu ya Bu, maaf enggak bisa sampai malam," ujar Tia salah satu koordinator Le Viral.id unit Palimanan disusul Yuli, Dea, dan Febri koordinator Le Viral.id unit Klayan, Arjawinangun, dan Jamblang.
"Iya, pulangnya hati-hati ya, makasih udah mau datang," ujarku seraya menyalami keempatnya.
"Ibu, semoga anaknya menjadi anak yang sholeh dan membanggakan ya. Bu Daniella semakin lancar rezekinya, sehat, selamat sekeluarga," ucap Friska koordinator Le Viral.id unit Mandirancan. Di sebelahnya ada Gina koordinator unit Le Viral.id Cilimus.
"Kalian tuh enggak mau ikut yang malem, kan dekat rumahnya?" tanyaku pada keduanya.
"Friska sih harus antar Mamah ke klinik abis Isya, kalo Gina ditungguin pacarnya ceunah mau nonton!" ujar Friska diselingi lirikan dan senyum jenaka pada rekannya.
"Eeeh ... buka kartu kamu, hehe iya Bu, ya biar Gina juga istirahat supaya besok fit buka warungnya," jawab Gina.
"Oke deh, makasih ya udah menyempatkan datang," balasku.
"Ibuuu terbaik dah, Kia seneng kalo tiap kumpul diamplopin gini," ujar Kia, yang memang salah satu dari tujuh orang karyawan yang paling 'rame'. Kia adalah koordinator Le Viral.id unit Kejaksan.
"Gitu ya, ya doain aja lancar terus Le Viral.idnya ya kan," jawabku sambil bersalaman.
"Jangan ladenin, Bu! bikin malu nih orang!" sanggah Yanthi koordinator Le Viral.id unit pegambiran.
"Haha ya pokoknya semangat ya kalian!" balasku seraya memberikan motivasi.
"Ibu ... Dena, Asya, Widi, Vina, Yunita, Marina, dan Ayu mengucapkan selamat atas kelahiran anaknya, semoga menjadi anak yang sholeh, cerdas kayak Bundanya tapi enggak galak, membanggakan kedua orang tua, bangsa, dan agama," ujar Dena mewakili sisa kru yang pulang.
Kucubit pipi Dena setelah bersalaman dengannya.
"Emang Ella galak ya?" tanyaku dibarengi tersenyum geli.
"Eueumm yyhaa eeeggaak swelealu siiihh bwuuu," jawab Dena.
Yang lain tertawa melihat kami.
---
(Beberapa menit kemudian)
"Mba Ella deket ya sama karyawannya, tadi saya liat akrab banget," ujar Ust.Ikshsan kala menyalakan briket untuk membakar daging kambing. Theo tampak antusias membantu papihnya.
"Oh iya, saya senang begitu sih," jawabku.
"Keren, rahasianya apa Mbak Ella?" tanyanya.
"Ya mau dengerin mereka aja, tiga bulan sekali saya liburkan warung satu hari, karyawan masuk buat makan bersama, terus saya wajib hadir, isinya dengerin masukan dari mereka sampe keluh kesahnya. Kadang orang cuma mau didengerin saja sih, udah," jawabku segamblang mungkin.
Ust. Ikhsan menggeleng kagum sambil tersenyum.
"Ya Ella mikirnya kerja sama orang kan ya enggak kayak sama mesin ya, punya perasaan, paling enggak kita mau dengerin aja, mereka udah seneng. Bahkan mesin aja harus kita dengerin biar paham kondisinya," tambahku.
Kami terdiam agak lama merenungi kalimatku.
Ust Ikhsan mengangguk.
"Betul banget," ucapnya.
"Hmm oh iya Pak Ustadz makasih banyak ya," ujarku sambil menatapnya dengan bangga.
"Oh sama-sama Mbak Ella, emang udah kerjaan saya buat doa-doa tuk acara kayak gini sih," jawabnya seraya menata tumpukan briket.
"Eum itu juga sih ... tapi maksud Ella makasih sudah jadi pasangan yang sempurna buat sahabat Ella, Ella bahagia liat Vero bahagia dengan rumah tangganya," ujarku memperjelas maksudku.
Ustadz Ikhsan agak terkejut dan tersenyum membalasku.
"Allah swt yang menggerakkan hati kita semua, Mbak Ella. Alhamdulillah saya juga merasa bersyukur diberikan pasangan yang hebat. Vero tuh selalu melengkapi Ikhsan," jawabnya mulai menyalakan briket nya.
"Iya, dia wanita yang baik," balasku yang agak sedikit melamuni obrolan kami.
"Hayoooo! Madam ngegodain Ican ya?" tiba-tiba Vero datang sambil membawa dua buah kelapa muda lalu menawarkan salah satunya padaku.
Aku menggeleng, karena tahu dia membawanya pasti buat Ikhsan dan Theo.
"Wah iya nih, emang boleh?" balasku dengan maksud bercanda.
"Dieh jangan lah Madam, yang mau sama Vero cuma Ican, bersaingnya susah lawan Madam sih," ucap Vero monyong.
"Kata siapa ... orang di channelnya pada ngefans, sampe ada yang nyangka Vero belum nikah terus ngajakin nikah," timpal Ikhsan melirik pada Vero.
"Dieh ... itu mah enggak mutu, Cinta! Dari dulu juga modelan gitu bertebaran tapi ya eeuuuhh!!!" jawab Vero menyimpan kelapanya dan memeluk suaminya dari belakang.