Life Of Maharani 4

Wachyudi
Chapter #35

From Bandung With Love

Dirga memarkirkan mobil bernopol E 11 A itu di depan rumah pusaka keluarga bu Hesty. Di dalam garasinya juga ada sebuah mobil Innova, Karimun dan dua buah motor.

"Waaa ini ponakan ateu Uke ni, cium duyu ya, Cayank," ujar Yuke sambil menggendong Mahardika dan menciuminya dengan gemas.

Baby Mahardika tertawa senang ketika diajak bermain. Tubuhnya aktif merespon tiap kali disentuh. Sesekali ia akan menangkap tangan yang menyentuhnya dan lalu mencoba mengigitinya.

"Wah Atiya juga mau gantian atuh, Teh," Atiyani menempel ke Yuke berusaha meminta gendong Mahardika.

"Duuuh ganggu weh!" ucap Yuke dengan kesal.

"Heeeeh ... ulah rebutan kitu, tah tingali Teh Maharaninya khawatir anaknya direbutin gitu," ujar Sukma pada keduanya.

Daniella tersenyum sambil mengangguk-angguk. Ia tidak bisa menyenbunyikan rasa khawatirnya namun, tak merasa cukup sopan untuk menegur kedua saudara dari suaminya itu.

"Teh popoknya penuh deh Teh ini," ujar Yuke pada Daniella.

Daniellapun bangun dari duduk lalu menghampiri Mahardika yang sedang digendong oleh Yuke.

"Oh iya, penuh ini, ganti dulu yuk, Sayang," ucapnya sambil mengangkat Mahardika.

"Uke mau yang gantinya dong, Teh, biar sekalian belajar," pinta Yuke dengan manja.

"Atiya juga mau dong," timpal Atiyani tidak mau kalah.

"Oke boleh aja!" jawab Daniella.

Mereka bertigapun beranjak ke kamar Bu Hesty dimana koper milik Dirga dan Daniella disimpan. Daniella membuka koper dengan kunci sidik jari tersebut yang membuat Atiyani menaikan alis karena kagum.

"Boboin dulu di situ Dikanya, Ella ambil popoknya," ujar Daniella lalu mengambil perlengkapan ganti popok.

Dan mereka bertiga mulai mengganti popok Mahardika bersama-sama.

"Dirga mau anter Sukma sama Bi Meyani dulu ya!" ujar Dirga yang masuk ke kamar lalu mengambil kunci mobil di saku celana panjangnya

"Kemana?" tanya Daniella.

"Pasar Dago, mau belanja katanya mau masak-masak," jawab Dirga.

"Yaudah ati-ati ya, Yank!" ucap Daniella sambil tidak lupa menagih dicium Dirga.

"Duuuh romantis banget Teteh sama Kang Dirga tuh, bikin iri," ucap Atiyani.

"I'am half French girl, Cantik! romantic is my mid name," jawab Daniella sambil tersenyum bangga.

"Tapi gimana ini, Dedek Dikanya mirip bundanya semua nih ... enggak ada yang mirip Kang Dirga," ujar Atiyani sambil senyum mengejek pada Dirga.

"Rambutnya tuh ... mirip lah," jawab Dirga sambil beranjak keluar kamar dan lalu menutup pintu.

"Enggak apa-apa mirip bundanya aja lah, bagus ketang! blasteran," Yuke berkata sambil mengoleskan losion anti ruam pada Baby Mahardika.

"Ada koq yang mirip banget Dirga dan enggak mirip Ella," ujar Daniella sambil tersenyum usil.

"Apanya Teh, bagian mana?" tanya Atiyani.

"Ininya nih mirip!!!" jawab Daniella sambil menoel-noel penis imutnya Mahardika.

"Hahahahaaa ... iya lah," Atiyani tertawa dengan renyah.

"Hahahha Teteh gokil," Yuke juga ikut terpingkal-pingkal.

"Ooaaakakakkaa ...." Mahardika tertawa sambil tangan dan kakinya bergerak dengan lincah.

---

(Beberapa waktu setelahnya saat Dirga sudah kembali dari berbelanja)

"Jadi mau kue khas Perancis apa Minangkabau?" tanya Daniella dengan seru pada Atiya dan Yuke.

"Peranciiiiiss!!!" jawab Atiya dan Yuke.

"Wah kurang nasionalis kalian," ucap Daniella.

"Biariiiiin!!!" jawab keduanya serentak.

"Bilangin Dirga nih, Pak ada yang enggak nasionalis nih!" ujar Daniella bercanda.

"Nanti Dirga daftarin bela negara!" jawab Dirga lalu lanjut menyeruput segelas kopi hitamnya dengan nikmat.

Lihat selengkapnya