"Uwaaa keren, Madam, dari deretan villa di sini, ini yang paling mewah, crazilly luxurious," ucap Vero sambil observasi di sekitar kolam renang villa dengan dominan warna putih dan violet milikku ini.
"Punya Ina juga sebanding kok," ujarku duduk di salah satu kursi berjemur menstabilkan kepalaku yang masih pening gara-gara mobil sewaan.
"Kok Vero enggak tahu ya, Madam punya villa? Kenapa enggak bilang ciiiih?" ucap Vero mendekatiku dan tersenyum di dekat wajahku.
"Iihhh Vero... buat apa juga kan? Lagian jarang ke sini Ella..." jawabku menjauhkan wajahnya dengan satu jari.
"Ya buat motivasi gitu, Madam, jadi Vero makin bersemangat nyari cuan biar bisa punya sendiri," jawab Vero.
"Lalu flexing gitu ya... ini tuh hadiah dari Regi kok, waktu Ella lulus Bachelor dengan peringkat summa cumlaude," jawabku.
"Keren ya Tuan Regi, iri tahu, Madam, Vero pengen punya bapak kayak gitu... bapak Vero berengsek," keluh Vero, ya aku paham sih.
"Ya tapi kan Vero punya Ella..." jawabku.
"Iya, Madam, Vero bersyukur banget kok dipertemukan dengan Madam... ditarik dari nasib nista, dikasih jalan rezeki, dicariin jodoh. Vero sampai bingung bales budinya gimana," ujar Vero.
"Dengan tetep jadi Veronicanya Ella aja cukup..." jawabku membuat senyumnya makin lebar.
"Tapi keren deh, mobil keren, kapal pesiar punya, rumah tinggal super mewah, villa ya ada, pesawat jangan-jangan ada?" tanyanya.
"Enggak, buat apa... kan ada Mahalini Air. Kalau mau terbang ya tinggal kontak mereka aja... tiket gratis..." ujarku yang memang menolak dibelikan pesawat oleh Regi.
"Oh kirain pesawat juga, berarti yang paling mewah tuh kapal pesiar sama villa ya?" tanya Vero sudah duduk di kursi sebelahku melepas hijabnya lalu rebahan.
"Hmmm bukan sih...bukan semacam barang mewah branded juga" jawabanku singkat.
"Apa? Mobil sport lapis emas? Kapal selam? Pulau ya nih?" Vero memberondongku dengan pertanyaan.
"RAGE-Faucon 3," jawabku.
"Apa tuh?" tanya Vero ulang.
"Satelit pribadi," jawabku singkat.
Vero menoleh padaku lalu membeku sambil menganga.
"Bisa enggak sih Vero dilahirin ulang terus milih rahimnya Bu Adellina?" tanyanya konyol.
---
"Aaah nyaman banget, Madam, berendam air anget gini setelah seharian wara-wiri," ujar Vero ketika keduanya berendam di whirlpool.
"Ya emang bikin rileks," jawab Daniella lalu menenggak minumannya.
"Madam," panggil Vero.
"Kalau dipikir-pikir, hidup Madam tuh menarik banget, nano-nano ya?" tanyanya.
"Maksudnya? Kayak permen yang rasanya enggak konsisten?" tanya Daniella balik.