Life Of Maharani 4

Wachyudi
Chapter #51

The Golden Reunion

(Maret 2035)


TJ High School angkatanku mengadakan reuni emas yang diadakan di Hotel Marriott Cirebon. Tentunya aku, Angrea, dan Vero hadir karena sebelumnya di reuni perak aku dan Angrea tidak bisa hadir karena berbagai urusan.

"Lama banget Ella enggak ketemu sama yang lain, jadi deg-degan," ujarku.

"Madam sama Mamah sih, malah eum... sibuk. Waktu reuni perak rame lho..." ujar Vero sambil menyetir.

"Hehe, iya ya. Makasih ya, Ver..." ucapku menatap Vero.

Angrea duduk santai di sebelah Vero.

"Makasih apa, Madam?" tanyanya.

"Buat semuanya selama ini, terima kasih tetap jadi Vero yang Ella kenal," ujarku menatapnya yang duduk di kursi pengemudi sebelah Angrea.

"Haduuu, Madam, bikin Vero malu... Iya lah, Vero mau sampai kapan saja tetap Veronica Wijaya nan humoris..." jawabnya.

"Mamah saja tetap mempertahankan gelar mahmud seksi gunung gede," tambah Vero.

"Beuh... sudah menua kita," ujar Angrea.

"Hmmm, gimana ya, Vero iri. Kok kalian kayak masih muda gitu... Vero sudah makin gendutan lho..." ucapnya.

"Makanya olahraga dong," jawabku tersenyum lebar.

"Enggak-enggak... it's something else. Vero mau pikirin dulu sampai ketemu deduksinya," ucap Vero sambil menempelkan jari telunjuk dan tengah kedua tangannya ke samping kepala sementara sikunya dipakai menyetir.

"Mamah tuh pasti sebenarnya Tsunade yang di anime ninja itu ya? Pas ciri-cirinya sama, gedenya mirip," Vero menatap konyol Angrea.

"Rea jitak saja kali ya?" ujar Angrea.

"Hahaha, ratu deduksi masih saja," jawabku geli melihat tingkah Vero yang tetap lucu.

Mobil kami pun terus meluncur menuju lokasi reuni. Vero menyetir dengan begitu piawai, aku tahu ditangannya bisa kupercayakan banyak hal seperti perjalanan kami saat ini.

---

"Veroooo..." panggil sebuah suara yang juga kudengar dengan jelas.

Terlihat sosok wanita paruh baya bersama suaminya menyambut kami.

"Aureliiii... wah serasi banget kalian. Julian juga wis jadi kakek-kakek," ujar Vero sambil cipika-cipiki dengan Aureli.

"Eh tunggu, gila... Daniella? Angrea? Ih, kalian awet muda banget sih?" ujar Aureli lalu berlanjut giliran cipika-cipiki denganku dan Angrea.

"Masa ya? Kamu juga awet muda," jawabku.

"Serius, ya kan, Yank...?" tanya Aureli pada Julian.

"Ini aku jawab tapi jangan salah paham nih, nanti dikira beger tua lagi," ucap Julian.

"Apa sih? Tapi bener kan?" Aureli bertanya ulang.

"Iya, kalian kok tetap kayak usia 30-tahunan gitu... apa sih rahasianya?" tanya Julian.

"Olahraga teratur, makan yang sehat-sehat, sudah gitu saja..." jawabku sambil tersenyum lebar.

"Ck ck ck... kok Ella sama Mamah Rea aja sih, Vero enggak nih, huft," Vero menyisip percakapan.

"Haha... Vero juga awet muda kok, tetap cantik, cuma agak subur saja sekarang..." jawab Aureli.

"Tapi Vero sekarang sudah jadi artis dunia lho... channel-nya sudah tiga kali dapat Golden praise kan dari YT? Fan base-nya juga sudah sampai 2,2 juta. Label musiknya juga sudah mendunia," ujar Julian.

"Vero gitu lho..." jawab Vero.

"Juara memang Veronica-nya Velvet, bangga Ella," ucapku sambil memeluknya.

"Bertiga saja? Enggak pada bawa gandengan?" tanya Aureli.

"Ah enggak, Vero mau sama Ella dan Mamah saja," jawab Vero berdalih meski aku tahu alasan yang sebenarnya.

"Razi lagi ke kampung, ada acara keluarga," jawab Angrea.

"Ella sih?" Aureli bertanya padaku.

Julian menarik-narik lengan Aureli sambil meliriknya.

"Suami Ella sudah enggak ada, Rel, sudah almarhum... meninggal dalam tugas di usia 34 tahun," jawabku sambil tersenyum.

"Ooohhhh, maaf Ella, ya Tuhan, Aureli enggak tahu," jawabnya dengan wajah penuh rasa bersalah.

"Padahal sudah aku kasih kode, hadeeh," gumam Julian.

"Enggak apa-apa kok, memang faktanya gitu, lagian Ella sudah fine," jawabku menenangkan keduanya.

"Enggak kepikiran buat nikah lagi?" tanya Aureli.

"Iya... kamu pasti masih banyak yang mau," ucap Julian melengkapi pertanyaan Aureli.

"Hmmm ya... enggak kepikiran. Lebih suka fokus ngurusin anak," jawabku.

"Eeehhh, btw kalian tahu enggak kalau mereka bakal besanan?" tiba-tiba Vero mengganti topik.

"Daniella sama Angrea? Besanan, wah mantap," ujar Julian.

"Iya, Coy... Mahardika sama Mutiara, rencananya kapan, Ella?" tanya Vero.

"Ya setelah Mutiara menyelesaikan S2-nya saja, nanti Ella kirim undangannya ya," jawabku.

"Oke, Ibu Teladan Negara, excellent! A pasti bakal datang," jawab Julian.

Aku tersenyum pada keduanya. Vero berhasil mengalihkan topik percakapan kami. Ia mungkin mengira bahwa pertanyaan seputar status jandaku akan membuatku merasa tidak nyaman. Ah Vero, kamu masih saja jadi seseorang yang peduli perasaan sahabatnya.

"Yuk gabung yang lain, semuanya juga bakal datang, itu ada Betrant, Mikha, Orlando, Alvaro juga," ujar Julian.

"Yuk," jawab Vero.

Lalu kami pun melanjutkan menyapa teman-teman lain.

---

"Nah mumpung nih, mantan member girlband-nya TJ High School kita datang, founding mothernya Ipop Beam Indonesia, gimana kalau kita minta mereka buat menyumbang lagu nih?!" ujar Lintang yang ditunjuk jadi MC.

Kami pun disoraki untuk maju menyumbang lagu.

Lihat selengkapnya