LILA & BADUT LEBAH

Mona Cim
Chapter #8

8. TABUNGAN LILA

Hari-hari Lila lewati bersama dengan si Badut Lebah. Mereka mengamen ke sana - ke mari untuk mengumpulkan rupiah demi rupiah. Terkadang penghasilan mereka banyak dan ada juga penghasilan mereka hanya sedikit. Namun, sedikit banyaknya penghasilan mereka tidak membuat Lila menyerah. Sudah setengah bulan ia melakukan kegiatan menyanyi di kafe dan mengamen, tabungannya dalam sebuah celengan ayam pun sudah terasa berat. Lila meletakkan tabungan ayam itu di atas lantai, lalu mengambil cutter di dalam laci.

"Semoga aja isinya sesuai ekspektasi aku deh. Kan lumayan banget hasil nyanyi tiap hari di kafe dua ratus ribu sehari. Terus ada tambahan dari ngamen juga," ucap Lila sambil terus berusaha membedah tabungan dari bahan plastik itu.

Senyuman Lila mengambang melihat hasil tabungannya yang tampak berlimpah. Ini hasil jerih payahnya bersama dengan Dodo juga. Berkat dirinya yang berhemat dan berkat kebaikan Fara yang hanya memungut sedikit uang sewa rumah.

"Semoga hasilnya lumayan," ucapnya lagi sambil mengelompokkan uang sesuai nominal.

Lila menghitung uang itu dengan hati-hati. Sambil merapikan uang yang terlipat dengan rapi. Total tabungannya dua minggu ternyata sangat lumayan.

"Alhamdulillah ... totalnya tiga juta seratus lima puluh dua ribu. Tapi tetap aja sih nggak cukup kalo penghasilan gini-gini aja. Kudu nyari kerja tambahan lagi nih selain ngamen," monolog Lila merasa hampa kembali.

Pintu kamarnya diketuk dari luar. Lila langsung berdiri untuk membukakan pintu. Ternyata Fara yang membawa sepiring martabak.

"Mau makan martabak bareng?"

"Wah, boleh banget, Kak. Enak nih rasa keju. Mau makan di mana, Kak?"

"Di kamar kamu aja, boleh?"

"Boleh. Tapi berantakan, Kak. Baru aja ngitung uang tabungan. Mau dipindah ke rekening bank aja, Kak. Jadi per dua Minggu aku bongkar tabungan," celoteh Lila menjelaskan sambil membuka lebar pintu kamarnya.

"Oh ... kamu nabung toh," kata Fara seraya duduk di lantai yang beralaskan karet. "Udah berapa banyak tuh duitnya?"

"Lumayan sih, Kak. Tiga juga seratus dua puluh lima ribu," sahut Lila seraya duduk di hadapan Fara.

"Lho, kok lumayan? Itu banyak lho kalau kamu nabungnya cuma dua Minggu. Gimana kalau sampe setengah tahun. Banyak duit kamu, La," kata Fara.

"Iya sih, Kak. Emang banyak kalo nggak ada target. Kalo aku kan ada target, Kak," sahut Lila dengan lesu.

Fara menyentuh pundak Lila dengan tatapan yang lembut. "Sudah saatnya kamu cerita kek Kaka Fara. Kita kan udah akrab gini. Masa kamu nggak mau cerita sih. Emang uangnya buat apa?"

Lila tersenyum kecut. "Buat ke Korea, Kak. Aku mau ikutan audisi di sana."

Fara membulatkan matanya dengan sempurna. "Serius kamu, La?"

Lihat selengkapnya