Lila memasuki sebuah studio music. Ia menaiki tangga sambil sesekali memeriksa ponselnya. Pesan yang tertera pada ponselnya berisi nama room yang akan digunakan mereka untuk latihan vocal.
"Kayaknya ini deh," gumam Lila begitu melihat tulisan yang terpampang di atas pintu suatu ruangan yang ada di lantai atas. "G-Day Band," gumamnya sebelum mengetuk pintu.
Lila membuka pintu dengan ragu. Senyumannya terbit begitu melihat orang-orang yang ada di dalam ruangan itu. Ada seorang laki-laki dewasa berambut gondrong, ada seorang gitaris perempuan, dan drummer laki-laki. Mereka tersenyum ke arah Lila yang baru saja datang ke hadapan mereka.
"S-selamat pagi, Semua. Kenalin saya Lila Maharani. Saya temannya Kak Fara yang merekomendasikan band ini buat saya. Maksudnya saya sudah disetujui menjadi pengganti Partner Kak Agil di G-Band ini," tutur Lila dengan gugup. Bahkan ia nyaris kesulitan mengatur ucapannya.
Vocalist bernama Agil Dewanda itu pun mendekat seraya mengulurkan tangan. "Thank you udah minat gabung. Suara kamu cocok banget jadi penggantinya Oca. Salam kenal, ya. Saya Agil Dewanda. Panggil aja Bang Agil atau Agil aja juga gapapa."
Lila mengangguk paham. "Salam kenal, Bang Agil."
Kini giliran tim lainnya yang kenalan satu per satu dengan Lila. Mulai dari Drummer, gitaris satu, dan gitaris dua. Lila bahagia sekali. Ternyata ia disambut baik oleh semuanya."
"Nah, Lila. Kamu mulai latihan sekarang, ya? Kata Fara kamu tuh lekas hafal soal lagu. Jadi kita bisa sambil latihan. Kita perlu latihan seharian ini buat tampil besok," tutur Agil.
Lila membulatkan matanya terkejut. "Besok, Kak? Tampilnya besok banget, Kak?"
Agil mengangguk ringan. "Iya besok. Kenapa? Nggak banyak lagu yang kita bawain kok. Terus lagu pilihan buat manggung besok itu cocok sama kamu. Pokoknya kamu coba mulai latihan aja. Yok!"
Lila menarik napasnya panjang lebar sebelum menarik napas dengan tenang. 'Semangat, Lila. Kamu harus semangat,' gumam Lila pelan sambil mengikuti Agil menuju ke panggung kecil.
Awalnya Lila hanya duduk manis menonton penampilan mereka. Lalu pada putaran kedua Lila mulai diajak bernyanyi bersama. Ada lima kali percobaan Agil dan Lila benar-benar menjadi pasangan duet yang serasi. Vocal mereka seakan menyatu. Senyuman Lila hari ini menjadi awal perjalanan mimpi yang terasa paling nyata bagi Lila. Sebab ini pertama kalinya ia akan tampil bersama band yang cukup diidolakan di tanah air.
***
Mobil Pajero putih berhenti di depan gang sempit kediaman Lila. Lila pun keluar dari mobil dengan barang beberapa tas belanja di tangannya.