LILA & BADUT LEBAH

Mona Cim
Chapter #12

12. LILA : TEPUK TANGAN ITU BUKAN UNTUKKU

Kehadiran Lila sebagai pengganti Oca memang tampak diterima oleh penonton yang ada di acara musik tersebut. Untuk pertama kalinya dalam hidup Lila, ia mendengarkan sorakan kagum para penonton dari atas panggung. Bernyanyi di atas panggung memang sangat menyenangkan bagi Lila. Sampai Lila merasa panggunglah dunianya.

Dari panggung acara musik, ke acara ulang tahun, hingga menyanyi di kafe dan restoran terkenal membuat Lila merasa inilah awal kesuksesannya. Ia merasa begitu dicintai oleh para pendengar di hadapannya.

Hari berganti hari hingga seminggu sudah Lila menemani G-Day manggung. Di agensi kecil yang menaungi G-Day, Lila rapat bersama CEO agensi tersebut juga bersama teman-temannya yang lain.

Usai rapat itu, Lila dipanggil ke ruangan CEO. Lila masuk dengan sopan dan duduk dengan tenang di hadapan CEO agensi Winner.

"Terima kasih sudah bertahan selama seminggu ini untuk menemani Agil manggung. Saya akan berikan honor kamu dari awal manggung sampai seminggu setelahnya," ucap sang CEO—Pak Derry.

Lila meraih amplop tebal itu dengan senang hati. "Terima kasih, Pak Derry. Saya terima uangnya."

"Sama-sama."

"Oh ya, Pak Derry. Kira-kira dia agensi ini ada job lagi, nggak? Ya mungkin ada gitu band yang kekurangan vocalis? Saya berminat banget."

Pak Derry tampak menggeleng dengan raut wajah tanpa minta. "Tidak ada, Lila. Lagipula performa kamu ... saya bingung mau ngomong bagaimana supaya terdengar baik. Jadi kamu bisa lihat sendiri tanggapan warganet soal penampilan kamu, ya. Saya juga heran kenapa Agil jadi yakin pilih kamu."

Lila bingung mendengar hal tersebut. Ia tak mengerti apa yang dimaksud Pak Derry. Memangnya ada apa dengan penampilannya?

"Mohon maaf, Pak. Memangnya ada apa dengan penampilan saya? Saya ngerasa kalau suara saya oke aja selama manggung tujuh hari itu, Pak," kata Lila.

Pak Derry terkekeh remeh. "Emang kamu nggak lihat sosmed, Lila?"

Lila menggeleng dengan ragu. "Kak Agil ngelarang saya buka sosmed selama seminggu, Pak. Katanya untuk menjaga mood agar selalu baik ketika manggung."

"Pantas aja kamu nggak tau apa-apa. Ya udah nanti kamu tonton sendiri. Yang jelas saya udah nggak bisa lagi menerima kamu di sini. Pokoknya ingat satu hal ini, Lila. Terkadang hanya modal bakat aja, kamu akan akan tenggelam. Hal yang tampak di mata penonton itu juga menunjang, apakah kamu kayak dicintai oleh mereka atau tidak."

Lila sudah merasa tak enak hati mendengar penuturan Pak Derry barusan. Lila pun bangkit dari kursinya, lalu memberi hormat ada Pak Derry sebelum keluar dari ruangan itu.

Lihat selengkapnya