LILA dan BADUT LEBAH

Monacino
Chapter #13

13. SARAN TERBAIK DARI DODO

Kehadiran Lila disambut oleh Dodo yang ada di depan rumah. Lila yang melihat sosok badut lebah itu, kembali manyun. Seolah-olah ia sedang melihat rumahnya untuk bersandar dan pulang. Sepanjang perjalanan di depan orang-orang ia sudah mencoba menahan diri agar tak memecahkan tangisnya. Namun sekarang, begitu ia melihat badut lebah, ia kembali menjadi Lila yang cengeng. Apalagi badut lebah itu merentangkan kedua tangannya, seolah mengerti apa yang Lila butuhkan. Sebuah pelukan.

"Dodo ...." Lila menghambur ke pelukan badut lebah itu sambil menangis. Tak ada lagi rasa membuncah yang ia tahan. Lila mengeluarkan semua emosi yang ia pendam sedari tadi. Punggungnya yang diusap Dodo itu bergetar hebat. Membuktikan betapa emosionalnya seorang Lila hari ini.

"Do ... aku gagal, Do. A-aku gagal," ucap Lila bergetar masih dalam pelukan Dodo.

"A-aku pikir ... a-aku memukau para penonton. T-ternyata a-aku nggak semenarik itu. Banyak yang menghujat aku di sosial media, Do. Aku ternyata sejelek itu di mata mereka."

"Mereka kecewa Kak Agil pilih aku sebagai pengganti Oca. Oca itu suaranya lebih bagus, wajahnya cantik, kulitnya putih, badannya juga langsing. Sedangkan aku apa? Aku nggak ada apa-apanya, Do!"

Lila tersentak kaget ketika Dodo mendorongnya menjauh. Lila menatap Dodo dengan pandangan tak paham.

"D-Do ... K-Kamu kok gitu?"

Dodo tampak terburu-buru menuliskan sesuatu di buku kecilnya. Ia tampak emosional seketika. Lila tak mengerti mengerti mengapa Dodo tiba-tiba marah. Dodo pun menunjukkan tulisannya pada Lila.

^Kamu itu cantik, Lila. Kamu cantik. Siapa bilang kamu jelek? Mereka yang nggak bisa menghargai ciptaan Tuhan yang indah. Pandangan mereka nggak luas dalam menilai sebuah keindahan. Biarkan mereka nggak bisa memandang kecantikan dengan benar, tapi kamu jangan. Hargai diri kamu sendiri.^

Lila terhenyak membaca tulisan Dodo. Ia tak menyangka Dodo akan sedewasa ini ketika sedang marah. Lila perlahan mengukir senyuman tipisnya.

"Makasih ya, Do. Kamu emang rumah sesungguhnya untuk pulang. Hati aku jadi jauh lebih baik setelah membaca tulisan kamu," ucap Lila tulus.

Dodo mengangguk. Ia meraih koper yang Lila bawa, lalu membantu membawanya masuk ke dalam rumah. Lila pun ikut masuk ke dalam.

***

Lihat selengkapnya