LILA dan BADUT LEBAH

Monacino
Chapter #16

16. HARI AUDISI

Tibalah saatnya Lila akan mengikuti audisi yang diadakan oleh salah satu agensi baru asal Korea Selatan. Audisi tersebut diselenggarkan di sebuah gedung besar di pusat kota Jakarta. Penampilan Lila hari ini benar-benar beda dari biasanya. Ia mengenakan pakaian minim dan make up yang cukup tebal. Mini dress abu gelap cukup ketat hingga membentuk pinggul dan dadanya tampak menarik bagi Lila sendiri ketika ia mematut dirinya di depan cermin. Rambutnya ia warnai dengan warna pirang. Ditambah high heels hitam yang membuat tingginya cukup menjulang dari biasanya.

"Lila, kamu pasti berhasil kali ini. Kamu menarik banget hari ini," ucap Lila ada pantulan dirinya di depan cermin.

Rasanya tak sia-sia ia belajar memakai high heels, belajar make up, hingga membeli pakaian yang menurutnya layak jika tampil bersama dengan idol K-Pop lainnya.

Sopir taksi yang Lila pesan telah mengirimkan pesan bahwa taksi sudah di depan gang. Lila pun meraih tasnya, lalu berjalan keluar dari rumah. Ia kunci rumah itu sebelum melangkahkan kakinya menapaki jalanan gang sempit perumahannya. Beberapa warga yang kebetulan lewat terbengong-bengong melihat penampilan Lila yang tak seperti biasanya. Lila tak banyak berpikir tentang tatapan itu. Ia hanya berusaha berpikir positif agar harinya juga menjadi lebih ceria.

Perjalanan Lila menuju ke tempat audisi membutuhkan waktu kurang lebih setengah jam. Ternyata ratusan orang sudah memadati tempat audisi. Lila bukan satu-satunya yang berpakaian minim. Banyak gadis lainnya yang berpakaian lebih minim darinya. Bedanya kebanyakan yang ikut berkulit putih, tinggi, dan rambut mereka yang indah. Lila cukup insecure ketika tak sengaja duduk di samping peserta yang memiliki kulit seputih susu.

'Ya ampun ... perasaan tadi di rumah aku putih kok. Tapi sekarang kenapa jadi Ireng banget?'

Di tengah ratusan peserta itu, Lila dapat melihat berbagai kelebihan orang lain. Orang lain memiliki vocal yang lebih baik darinya, kulit putih mulus, lebih langsing, dan lebih ekspresif. Lama kelamaan Lila nyaris kehilangan kepercayaan diri. Ia menunduk dengan perasaan yang berkecamuk.

'Apa aku bisa lolos?'

Giliran Lila tampil masih cukup lama. Lila pun memutuskan untuk keluar dulu untuk menghirup udara segar. Ia menuruni tangga dengan langkah yang gusar. Nyatanya, perasaannya tak bisa setenang yang ia harapkan. Saat berbelok ke tangga berikutnya, Lila dikejutkan dengan kemunculan badut lebah di bawah tangga.

"Dodo!" Lila langsung berlari menuruni tangga saking senangnya. Hingga kakinya tak dapat berpijak dengan benar. Lila oleng, ia hampir saja terjatuh ke bawah.

"Aaaaaa!" Pekikan Lila terhenti ketika Dodo menyangga tubuh Lila dengan tubuhnya. Lila mematung, ia melirik kaki Dodo yang sedikit terlipat. Buru-buru Lila menegakkan tubuhnya kembali.

"Ya ampun, Do. Maafin aku, ya. Aku terlalu semangat. Ya ampun ... kaki kamu gapapa?" tanya Lila dengan tatapan penuh kekhawatiran.

Dodo mengelus tulang keringnya yang terlihat sangat sakit. Namun, Dodo lekas menggelengkan kepalanya begitu menoleh pada Lila.

Lihat selengkapnya