LILA dan BADUT LEBAH

Monacino
Chapter #19

19. IMPIAN LIA TERWUJUD

Lila mulai sibuk untuk persiapan berangkat ke Korea. Mulai dari mengurus visa, paspor, hingga perlengkapan yang perlu ia bawa. Lila juga sudah berpamitan dengan Fara lewat telepon. Tentunya dengan Dodo juga.

Dua puluh peserta yang lolos sudah sampai di bandara. Mereka akan berangkat bersama-sama menuju ke Korea Selatan. Selagi di ruang tunggu keberangkatan, Lila mendapatkan dua teman yang ia rasa cocok berteman dengannya. Namanya Gina dan Elfa.

"Jadi kamu dari Sukabumi merantau ke Jakarta cuma buat audisi ini? Sendirian aja kamu?" tanya Gina, gadis cantik dengan perawakan tinggi dan sedikit berisi.

Lila mengangguk. "Iya. Aku baru aja lulus SMA. Masih sembilan belas tahun. Ya mau gimana lagi. Ini kan impian aku. Juga jarang-jarang ada agensi yang mau nerima trainee umur segini. Biasanya bisa mulai dari sepuluh tahun atau dua belas tahun, kan?"

Gina dan Elfa mengangguk bersama.

"Iya. Jarang ada yang terima sampai usia dua puluh tahun. Kesempatan kamu banget nih. Ya walau kata orang ini agensi nugu, ya. Tapi kan kalau promosinya bagus, group yang mau debut bakal naik cepat juga," kata Elfa. Gadis berambut pendek dengan gaya sedikit tomboy.

"Itu dia, El. Semoga aja ya kita berhasil terus jadi line up debut nanti. Aku nggak sabar banget jadi idol beneran," kata Lila tersenyum penuh semangat.

"Aamiin. Aku juga udah bayangin serunya gimana," kata Gina.

"Kalau aku sih ngikut buat seru-seruan. Kalau nggak lolos ya gapapa. Kalau lolos itu bonus. Sekalian mau liburan ke Korea tanpa biaya tiket keberangkatan. Kapan lagi coba," celetuk Elfa.

Kurang lebih lima belas menit berlalu, pengumuman keberangkatan pun terdengar. Lila dan teman-teman yang lainnya pun beranjak dari sana.

Pesawat yang ditumpangi Lila akhirnya mulai lepas landas menuju Korea Selatan. Hari ini menjadi pembuktian bahwa kerja keras tak mengkhianati hasil. Paling tidak impian Lila untuk terbang ke Korea sudah terwujud hari ini.

Selama di pesawat, Lila menuliskan diary yang panjang. Ia menceritakan bagaimana awalnya ia memutuskan untuk menjadi idola KPop. Lalu ketika ia lulus dan ditentang ayahnya. Lila juga menuliskan bagaimana ia meninggalkan rumah menuju Jakarta. Sampai moment di mana ia bertemu dengan Dodo dan mengukir kisah penuh makna bersama. Lila benar-benar bersemangat ketika menulis ceritanya dengan Dodo.

'Dodo bagiku bukan sekadar teman, tapi juga adik laki-laki yang menjadi tameng kakak perempuannya. Dodo juga rumah bagiku untuk pulang, di saat rumahku sebelumnya sudah tak layak untuk dijadikan tempat pulang. Bersama Dodo aku banyak mendapatkan makna hidup. Kamu mengamen bersama, tertawa bersama, sedih bersama, dan makan bersama. Kami saling berbagi kisah. Walau tertutup oleh kostum Badut yang lucu, aku tahu betapa bahagianya Dodo bersamaku. Aku benar-benar kehilangan ketika Dodo menghilang selama beberapa hari saja. Di situ, aku merasa aku mulai ketergantungan dengan Dodo. Sebab aku menaruh harap besar dan menjadikannya rumah, aku benar-benar takut kehilangannya. Apa yang aku jadikan rumah ternyata sama-sama pernah membuatku merasa takut. Jadi aku berpikiran alangkah baiknya jika hidup tak bergantung dengan siapapun. Maka dengan begitu aku tak akan dikecewakan ketika sesuatu yang dekat denganku memilih pergi. Aku telah mengambil langkah menjauh dari rumahku. Apakah aku bisa melewatinya? Aku harap aku bisa melakukannya. Sebagaimana aku meninggalkan rumahku paling berharga dari aku kecil yakni orang tuaku terutama ayahku.'

****

Lihat selengkapnya