Terhitung tiga minggu sudah Lila mengikuti latihan untuk pertunjukkan Survival Firsteen nanti. Tersisa seminggu lagi untuk ia berlatih dengan keras agar hasilnya semakin bagus. Namun hingga detik ini masih saja ada kesalahan-kesalahan kecil yang Lila lakukan. Mulai dari tidak sinkron gerakan dance, tempo menyanyi yang terlalu lambat, atau tidak bisa transisi dengan baik. Lila semakin banyak mendapatkan cemoohan dari rekan satu groupnya. Bayangnya tujuh orang yang mengintimidasinya selama latihan, membuat Lila benar-benar tersudutkan.
Seperti hari ini, semua telah menari dengan serius. Di tengah tarian, Lila sedikit melamun, alhasil perpindahan tempatnya sedikit terlambat, hingga bertabrakan dengan peserta dari Korea yang bernama Lee Mi Soo.
"Argh!" Gadis berambut pirang itu memegangi tangannya yang baru saja ditabrak oleh Lila. Tatapannya langsung menajam. "KAU GILA?! KAU SELALU MEMBUAT KESALAHAN, LILA!"
"Maafkan aku," ucap Lila menunduk dengan raut merasa bersalah.
Seorang peserta berambut pendek dari Jepang bernama Yamasi melangkah maju mendekati Lila. "Kau selalu membuat kesalahan hingga Minggu ketiga. Apa kau pikir latihan kita selama ini hanya untuk bersenang-senang? Kau tak melihat beberapa dari teman kita yang menangis kelelahan pada malam hari karena berlatih terlalu keras ada siang harinya? Aku tak ingin ikut menghakimimu seperti yang lain sebelumnya karena aku mengerti perasaanmu. Tetapi semakin dimengerti, kau tak mau berubah."
Satu lagi ikut menambahkan. Dia peserta dari China bernama Jie Xian Li. "Penilaian memang berlaku untuk individu, tetapi satu kesalahan bisa mempengaruhi peserta lain. Seperti hari ini kau tak sengaja menabrak Mi Soo, maka Mi Soo menjadi hilang fokus. Dia kesal padamu dan bisa jadi melupakan part atau gerakan selanjutnya. Kau benar-benar merugikan, Lila."
Lila menitikkan air mata. Air mata yang bercampur dengan keringat itu ia hapus kasar dengan punggung tangannya. "Maafkan aku. Aku benar-benar minta maaf. T-tadi aku kurang fokus karena ada masalah pribadi. T-tapi aku akan mencoba lagi. Aku akan serius kali ini. Tolong beri aku kesempatan untuk memperbaikinya," kata Lila sambil membuat gerakan memohon pada mereka semua.
Mi Soo menghela napas kasar. Tampangnya sudah sangat kesal hari ini. Namun, ia juga seseorang yang punya hati nurani. Melihat Lila yang selalu berusaha tanpa menyerah, membuatnya sedikit iba.
"Baiklah. Lakukan latihan menari sekali lagi. Jika bagus, kita kan melakukannya sambil menyanyi secara live," ujar Mi Soo mengambil keputusan.
Mereka pun akhirnya sepakat untuk berlatih kembali. Kali ini Lila benar-benar fokus. Ia tak ingin melakukan kesalahan lagi. Dalam hatinya ia bertekad untuk menekan dalam-dalam masalah pribadinya agar latihan kali ini dapat maksimal.
Hingga part terakhir, gerakan mereka benar-benar sinkron. Lila dapat melakukannya dengan baik. Senyum lega mereka terukir saat bagian ending.
"Berhasil!"
"Semangat, Semua!"