LILA dan BADUT LEBAH

Monacino
Chapter #23

23. SAHABAT PENGGANTI

Rino dan Lila mengunjungi tempat yang akan mempertemukan mereka dengan si Badut Lebah. Mereka kini menelusuri tempat pertama kali Rino bertemu dengan Badut Lebah itu. Berharap sosok badut lebah itu dapat mereka temukan.

"Moga dia ada di sini, ya. Aku tuh penasaran banget sama dia, No," ujar Lila.

"Kalau dia itu badut sahabat kamu ... sudah pasti dia temuin kamu dong. Kok dia nggak temuin kamu? Dia malah ngamen sendirian di sini," kata Rino.

Lila tahu bahwa badut lebah yang ditemui Rino itu bukan Dodo. Sebab tak mungkin Dodo bisa ke Korea Selatan semudah itu. Namun, hal yang harus Lila pastikan adalah mengapa badut lebah itu menanyakan tentang dirinya. Ini janggal sekali. Meski begitu, Lila tak akan mengutarakan kejanggalan itu pada Rino. Ia ingin memastikannya langsung tanpa harus mendengarkan pendapat Rino lagi.

"Ya bisa jadi kan karena dia nggak tau di mana agensinya. Eh, kemarin kita belum selesai ngomong, lho. Pas kamu jawab kamu kenal Lila Maharani, badut lebah itu ngomong apa?" tanya Lila.

"Dia cuma ngangguk doang. Abis itu pergi. Aku waktu itu emang lagi buru-buru masuk ke tempat pameran. Makanya nggak naruh penasaran lebih ke si badut."

Lila cemberut mendengarnya.

"Nah, itu dia badutnya!" seru Rino seraya menunjuk ada badut yang sedang duduk di kursi panjang.

Lila memperhatikan badut itu dari jauh, ia memandang tak yakin ke arah badut itu.

"Kenapa, La?"

"Kostum badutnya agak beda sih, No. Keknya emang bukan Dodo deh," kata Lila.

"Ya kan kamu bisa sapa dia. Dia kan kemarin nanyain kamu."

Lila mengangguk. "Bener juga, ya. Nggak ada salahnya aku tanyain. Temenin aku ya, No."

Rino mengangguk. Mereka berdua pun menghampiri badut yang tengah istirahat itu. Jantung Lila berdebar-debar begitu mereka hampir sampai. Apalagi ketika badut itu menoleh padanya, lalu langsung berdiri dengan antusias. Hingga sampailah Lila di hadapan badut itu. Matanya berkaca-kaca, ia benar-benar merindukan sahabat terbaiknya.

"K-Kamu Dodo, ya? Kamu katanya nyariin Lila Maharani kemarin?" tanya Lila dengan perasaan yang memuncak.

Lila bertambah terkejut melihat badut itu menulis pada buku catatan yang tergantung di lehernya. Bedanya buku catatan itu berwarna merah muda. Tak sama dengan milik Dodo. Badut itu pun menyerahkan kertas itu pada Lila. Lila menyambutnya dengan senang hati.

^Halo, Kak Lila. Aku anak dari temannya Dodo. Aku mendapatkan pesan dari Indonesia atas nama Dodo. Kata Dodo, ada sahabatnya bernama Lila Maharani di Korea Selatan. Lila lagi mengikuti audisi menjadi idola. Akhirnya kita ketemu. Kenalin, aku Ina. Salam kenal, Lila.^

Lila menitikkan air matanya penuh haru. Ia menatap lagi ke arah badut itu dengan Isak tangis yang tiba-tiba saja terdengar.

Lihat selengkapnya