Survival round pertama dimulai. Semua group sedang mempersiapkan diri mereka menunggu giliran tampil. Termasuk Lila dan teman-temannya. Saking gugupnya, Lila terlalu banyak minum hingga ia merasa ingin buang air kecil. Lila menoleh pada teman-temannya yang sibuk mengingat gerakan dan test vocal. Lila pun bangkit dari duduknya.
"Teman-teman, aku izin ke toilet sebentar. Aku ingin buang air kecil," ucap Lila.
"Jangan terlalu lama. Kau tahu bukan penampilan kita sebentar lagi?"
"Jangan membuat masalah. Ini sudah hari di mana kita tampil."
Lila mengembuskan napas pelan dengan tatapan yang tengah mendengar ocehan mereka. "Aku hanya ingin buang air kecil, bukan membuat kesalahan apapun," ujarnya sebelum meninggalkan ruang tunggu.
Lila menuju toilet yang tak jauh dari tempat tunggu tadi. Ia menuju toilet paling pojok untuk menuntaskan hasrat buang air kecilnya. Tak lama, Lila keluar dari toilet itu. Tiba-tiba saja Mi Soo masuk ke toilet seorang diri dengan tatapan yang dingin. Lila acuh tak acuh, ia menuju wastafel untuk membasuh tangannya.
"Aku dengar kau itu seorang pengamen dari Indonesia. Kau juga kabur dari rumah untuk bisa merintis karirmu. Benar begitu?"
Lila menghentikan gerakan tangannya, lalu menoleh pada Mi Soo dengan tatapan tak kalah dingin. "Memangnya apa urusanmu? Bukankah tak baik jika terlalu penasaran dengan kisah hidup seseorang?"
Mi Soo bersedekap sambil mematut dirinya yang cantik di cermin. Ia membelai rambutnya sambil tersenyum. "Bukankah izin dari orang tua yang kau serahkan ada agensi itu palsu? Coba kau pikir, apa yang akan dilakukan agensi jika tahu hal ini? Uh ... Sayang sekali perjuanganmu selama ini. Wajahmu akan terpampang jelas di sosial media nanti. Lila peserta Survival Firsteen menggunakan surat izin palsu untuk mengikuti ajang pencarian bakat ini. Wah, kau pasti akan langsung dibully semua orang." Mi Soo tertawa puas sekali.
Lila terdiam dengan kedua tangan mengepal. Ia mendadak sangat gugup sekali begitu Mi Soo mengetahui fakta itu. Darimana gadis itu tahu? Lila merasa ia tak pernah membocorkan hal tersebut pada siapapun yang ada ada groupnya itu.
"Bisakah kau jangan membuat masalah untuk hidupku? Aku tak merugikanmu, bukan? Aku melakukannya dengan sebuah alasan yang kuat. Lagipula jika aku berhasil menjadi idola, orang tuaku akan merestuiku!" balas Lila.
"Benarkah? Kau yakin mereka akan menyetujui? Anggap saja begitu. Tapi agensi juga memiliki aturan. Mereka tak bisa mengizinkanmu tetap menjadi trainee ketika kau tak punya izin orang tua. Kau pikir agensi ini apa? Manusia yang tak tahu diri sepertimu?"
PLAK!
Lila menampar wajah Mi Soo dengan perasaan kesalnya. Sementara Mi Soo membelalak matanya tak percaya. Ia menoleh pada Lila dengan tatapan syok dan rahang yang mengeras.
"Kau menamparku? H-hah, sudah berani kau menamparku? Kau pikir kau ini siapa, Hah?! Semalam teman badutmu itu telah membuat kakiku sakit dan sekarang kau berani menamparku?!"