Lila terbangun dari tidurnya. Ternyata hari sudah siang. Lila langsung meraih hijabnya, lalu memakainya di depan cermin. Lila kembali memikirkan soal permintaan maaf pada orang tuanya. Mungkin mereka sudah ada di meja makan sekarang.
"Bismillah," ucapnya menyakinkan diri.
Lila keluar dari kamarnya. Ia menuruni anak tangga dengan perlahan. Sayup-sayup ia mendengar suara beberapa orang bercengkrama di ruang tengah. Lila berjalan menuju ke sumber suara. Dari belakang ia seperti mengenali dua orang tamu yang duduk di sofa tepat di hadapan ibunya. Lila semakin mempercepat langkahnya hingga ia dapat melihat wajah kedua tamu itu. Lila melebarkan matanya saking terkejutnya.
"Lho, kalian?"
Rino melambaikan tangannya, lalu Karina juga. Mereka tersenyum dengan polos.
Lila menunjuk keduanya dengan raut wajah kebingungan. "Kalian kok bisa di sini? I-Ini kalian temenan? Karina, kamu bukannya ikutan audisi di Korea?"
"Lila. Nak," panggil ibunya Lila yang berhasil menyita atensi Lila saat itu juga.
Lila menoleh pada ibunya dengan mata berkaca-kaca. Gemuruh di dalam dadanya mulai terasa. Emosinya mulai diaduk dengan berbagai perasaan yang menyesakkan dada.
Rino dan karina pun berdiri. Mereka paham akan situasi tersebut. "Kami mau ngopi di luar aja," kata Rino seraya beranjak meninggalkan sofa bersama dengan Karina.
Lila mendekati ibunya, lalu bersimpuh di hadapan ibunya yang duduk di sofa. Lila menangis sambil menyandarkan pipinya di paha sang ibu.
"Bu, maafin Lila, Bu. Lila minta maaf karena udah durhaka sama Ibu. Lila meninggalkan rumah tanpa pamit, nggak ngabarin Ibu, dan Lila udah mengabaikan pesan ibu waktu itu. Lila mohon ampun, Bu," racau Lila menangis dengan rengekan menyakitkan.
Bu Risah tersenyum tipis sambil membelai kepala putrinya. "Gapapa, Sayang. Ibu udah maafin Lila sebelum Lila minta maaf saam Ibu. Tapi nanti jangan diulangi lagi ya, Nak. Nggak baik terlalu egois apalagi mengabaikan bakti terhadap orang tua sendiri."
Lila mengangkat kepalanya, lalu mengangguk dengan sungguh-sungguh. "Iya, Bu. Lila janji bakal berbakti sama Ibu dan Ayah ...." Lila celingak-celinguk mencari seseorang yang tak ada di sana. "A-Ayah mana, Bu? Kok nggak ada di sini?"
"Ayahmu jemput Dodo," sahut Bu Risah tersenyum.
Lila mengernyitkan keningnya bingung. "Jemput Dodo? Dodo si Badut Lebah, Bu? Oh, jadi ayah kenal sama Dodo?" tebaknya antusias.