Lilin Untuk Minora

Vitri Dwi Mantik
Chapter #6

Perceraian

Pagi itu, rumah yang biasanya dipenuhi aroma kopi dan suara tawa Nora berubah menjadi medan pertengkaran.

Nora yang baru berusia tujuh tahun memeluk boneka kain kesayangannya di balik pintu kamar. Ia tak benar-benar mengerti apa yang diperdebatkan kedua orang tuanya. Yang ia tahu, suara Bunda Aimah terdengar lebih tinggi dari biasanya, diselingi isak tangis yang belum pernah ia dengar.

"Aku tidak akan membiarkan Nora dibawa pergi!" suara Bunda Aimah pecah.

Papa mengembuskan napas panjang.

"Pengadilan sudah memutuskan. Nora ikut denganku."

"Tapi dia masih kecil!"

"Justru karena itu."

Ruangan mendadak sunyi.

Tak ada lagi kata-kata yang mampu mengubah keputusan.

Beberapa hari kemudian, koper kecil berwarna merah muda berdiri di ruang tamu.

Isinya hanya beberapa potong pakaian, sebuah boneka kain, dan sebuah kotak kayu kecil yang diam-diam diselipkan Bunda Aimah.

"Nora..." bisik ibunya sambil berlutut agar sejajar dengan putrinya.

"Kamu anak yang kuat, ya?"

Nora menggeleng.

"Nora nggak mau pergi."

Air mata Bunda Aimah jatuh.

"Bunda juga nggak mau."

"Lalu kenapa Nora harus ikut Papa?"

Perempuan itu tak mampu menjawab.

Ia hanya memeluk putrinya erat, seolah ingin menghentikan waktu.

Lihat selengkapnya