Lilin Untuk Minora

Vitri Dwi Mantik
Chapter #8

Jalan Pulang

Alamat itu telah kusam dimakan waktu.

Kertas kecil yang ditemukan Nora di antara berkas-berkas peninggalan ayahnya berkali-kali ia lipat dan buka kembali. Tinta yang mulai memudar masih memperlihatkan sebuah nama yang tak pernah hilang dari ingatannya.

Aimah Rahmawati.

Dengan berbekal alamat itu, Nora memulai pencarian yang telah tertunda selama lebih dari tiga puluh tahun.

Namun rumah itu sudah lama kosong.

Seorang tetangga tua yang sedang menyapu halaman menghampirinya.

"Mencari siapa, Nak?"

"Nyonya Aimah."

Perempuan tua itu menghela napas.

"Oh... Bu Aimah sudah pindah bertahun-tahun lalu."

Jantung Nora kembali tenggelam.

"Pindah ke mana, Bu?"

"Katanya tinggal sama anak-anaknya. Tapi belakangan saya dengar beliau sudah di panti jompo."

"Panti jompo?"

"Iya. Kasih Ibu."

Nama itu membuat Nora membeku.

Panti Wreda Kasih Ibu.

Tempat yang hanya berjarak beberapa kilometer dari rumah kontrakannya.

Esok paginya, Nora berdiri di depan gerbang panti.

Tangannya dingin.

Entah karena gugup atau takut.

Bagaimana jika perempuan itu bukan ibunya?

Bagaimana jika benar ibunya... tetapi sudah tidak mengingatnya?

Ia menarik napas panjang sebelum melangkah masuk.

Di ruang administrasi, seorang perempuan paruh baya menyambutnya ramah.

"Ada yang bisa kami bantu?"

"Saya..." Nora ragu sejenak. "Saya sedang mencari seseorang."

"Namanya?"

"Aimah Rahmawati."

Petugas membuka data penghuni.

Tak lama kemudian ia mengangguk.

Lihat selengkapnya