Blurb
"Apa iya kalau cewek dan cowok nggak bisa cuma sahabatan?"
Pertanyaan yang selalu terngiang-ngiang di kepala Rendra sejak ia memutuskan untuk bersahabat dengan Agnia 13 tahun lalu. Sejak saat mereka masih berkuliah. Jawaban yang ia cari itu kini ia alami sendiri; Rendra lambat laun menyimpan rasa dan jatuh cinta pada sahabatnya sendiri.
Sayangnya, rasa itu sulit hilang, meski kini Agnia akan menjadi istri lelaki lain. Justru perasaan sayang itu menyiksanya, membuatnya ingin menjadi egois, ingin menjadi serakah, untuk menjadi satu-satunya yang bisa memiliki perempuan itu.
Namun, semesta berkata lain. Pernikahan itu batal tepat tiga bulan sebelum dilaksanakan. Apa yang terjadi?! Belum lagi, tiba-tiba saja Agnia mengajak Rendra untuk liburan selama lima hari bersama ke banyak tempat yang pernah jadi wishlist mereka bersama.
Apakah Rendra harus menemani Agnia untuk menghibur hati yang patah ataukah ia harus menggunakan liburan itu sebagai kesempatannya?