LINTANG:Timur Khatulistiwa

LintangSkalaBhumi
Chapter #1

PROLOG


Gambar:sumber pinterest



CATATAN ARJUNA.


Angin di pucuk-pucuk pohon sagu adalah cara tanah ini mengajak kami bicara. Kakek selalu mengatakan itu sebelum deru mesin pertama membelah rimba. Kami diajari mendengar bisikan leluhur sejak kecil, meresapi setiap hembusan yang melewati rimbunnya dedaunan. Namun pagi itu, bisikan sunyi berganti menjadi raungan besi yang kelam.

​Satu per satu, pohon-pohon raksasa yang sudah berdiri jauh sebelum nenek moyang lahir tumbang menghantam bumi. Suara dentumannya mengocok isi dada, meninggalkan kepulan debu merah yang mencekik napas. Hutan basah tempat kami biasa berlari kini terbuka lebar, menyisakan padang gersang yang membara di bawah sengatan matahari.

Lihat selengkapnya